Bos Yakuza Dihukum Mati, Ancam Hakim Akan Sesali Keputusannya Seumur Hidup

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Agustus 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 18 2461363 bos-yakuza-dihukum-mati-ancam-hakim-akan-sesali-keputusannya-seumur-hidup-57WCZujGcl.jpg Bos Yakuza Satoru Nomura (Foto: ANN News)

FUKUOKABos sindikat kejahatan Yakuza Kudo-kai Satoru Nomura mengancam hakim Pengadilan Distrik Fukuoka, Jepang yang telah menjatuhkan hukuman mati kepada dirinya.

Dia mengancam hakim akan akan menyesali keputusan itu selama sisa hidupnya. “Saya meminta keputusan yang adil tetapi ini tidak adil sama sekali. Anda akan menyesali ini seumur hidup Anda,” ancamnya kepada hakim setelah, dikutip surat kabar Asahi Shimbun.

"Kamu sangat buruk," lanjutnya kepada kepada hakim.

Seperti diketahui, Pengadilan Distrik Fukuoka, Jepang pada Selasa (24/8) telah menjatuhkan hukuman mati kepada Nomura karena memerintahkan serangkaian serangan terhadap warga sipil. Salah satu penyerangan itu menewaskan seorang pria yang mengendalikan proyek pembangunan di pelabuhan.

Putusan pengadilan ini diyakini sebagai pertama kalinya pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman mati terhadap bos Yakuza, karena negara itu menindak aktivitas geng secara nasional di tengah menurunnya dukungan untuk mafia yang sebelumnya lebih ditoleransi.

(Baca juga: Pengadilan Jepang Hukum Mati Bos Kudo-Kai, Kelompok Yakuza Terkejam)

Diwartakan RT, selain Nomura, komandan keduanya Fumio Tanoue juga dijatuhi hukuman seumur hidup dan denda 20 juta yen (sekitar Rp2,6 miliar). Keduanya dihukum atas tuduhan pembunuhan, upaya pembunuhan yang terkoordinasi, dan pelanggaran senjata.

Jaksa mengklaim bahwa, meskipun tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan kedua terdakwa dengan serangan tersebut, insiden tersebut dikoordinasikan oleh Kudo-kai, yang diatur oleh Nomura dan dijalankan oleh Tanoue, menurut rantai komando geng kriminal.

Karena tidak ada korban yang diyakini terkait dengan geng saingan Yakuza, pihak berwenang mendorong hukuman mati untuk Nomura dan hukuman penjara yang panjang untuk Tanoue.

(Baca juga: Warga Madagaskar yang Kelaparan Bertahan Hidup Makan Serangga dan Daun Kaktus)

 Baik Nomura maupun Tanoue telah membantah terlibat dalam empat serangan yang menjadi inti persidangan. Yakni penembakan tahun 1998 terhadap seorang bos koperasi perikanan lokal, yang memiliki kekuasaan atas proyek pembangunan pelabuhan; penembakan seorang perwira polisi pada 2012; penusukan seorang perawat wanita pada 2013; dan serangan pisau pada 2014 berikutnya pada kerabat korban pertama.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini