Usai Buron, Mantan Kepala Intelejen Ditangkap Atas Dugaan Perdagangan Narkoba

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 11 September 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 18 2469774 usai-buron-mantan-kepala-intelejen-ditangkap-atas-dugaan-perdagangan-narkoba-WAWl2qoiFA.jpg Mantan kepala intelijen Venezuela ditangkap terkait perdagangan narkoba (Foto: CNN)

VENEZUELA - Mantan Kepala Intelijen Venezuela, Hugo Armando Carvajal Barrios, juga dikenal sebagai "El Pollo," ditangkap di Madrid karena dugaan keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan narkoba skala besar. Hal ini diumumkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/09).

Carvajal Barrios, 61, didakwa tahun lalu di Distrik Selatan New York, karena diduga berpartisipasi dalam konspirasi terorisme narkotika skala besar dan konspirasi untuk mengimpor kokain ke AS, termasuk pengiriman kokain seberat 5,6 ton yang diangkut dari Venezuela ke Meksiko pada April 2006.

Dia juga dihadapkan oleh kasus pelanggaran terkait senjata api. Menurut Departemen Luar Negeri AS, dia sebelumnya juga telah didakwa dengan kejahatan yang sama pada 2011 dan 2019 atas tuduhan konspirasi impor kokain.

Pengadilan Nasional Spanyol menyetujui ekstradisinya ke AS pada 2019. Menurut Departemen Kehakiman AS, selama menunggu ekstradisi sampai penangkapannya pada Kamis (9/9), dia menjadi buronan.

(Baca juga: Presiden Venezuela Sebut Surat Vatikan Sebagai 'Ringkasan Kebencian')

Pada Jumat (10/9), pengacara Carvajal Barrios, María Dolores Argüelles mengatakan kepada CNN jika kliennya mengaku tidak bersalah atas tuduhan AS untuk mengekstradisi dirinya. Dengan alasan ini, dia akan mengajukan tindakan pencegahan di hadapan Mahkamah Agung Spanyol untuk mencegah ekstradisi menjadi efektif.

Argüelles menambahkan, bahwa di luar sumber daya dan tindakan yang mereka berikan, ekstradisi tidak dapat dibuat efektif sampai prosedur suaka yang telah dibuka Carvajal di Spanyol sejak kuartal kedua 2019 diselesaikan.

(Baca juga: AS Akui Sanksinya Gagal Dorong Pergantian Rezim di Venezuela)

Berdasarkan siaran pers dari Kepolisian Nasional Spanyol, untuk menangkap Carvajal Barrios adalah sebuah tantangan, karena ia menyembunyikan identitasnya dengan menjalani berbagai operasi plastik untuk mengubah penampilannya.

Dia juga menggunakan berbagai jenis elemen penyamaran, termasuk kumis, jenggot dan wig palsu, untuk menyembunyikan dirinya.

Kepolisian Nasional menyatakan Carvajal Barrios akhirnya ditemukan setelah berbulan-bulan melakukan penyelidikan bersama dengan Administrasi Penegakan Narkoba AS.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, dia telah mengawasi unit intelijen militer Venezuela dari 2004 hingga 2011 selama pemerintahan Hugo Chavez, dan dilanjutkan kembali antara April 2013 dan Januari 2014.

AS menuding Carvajal Barrios, membantu pemberontak sayap kiri di Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC, organisasi teroris asing yang ditunjuk AS, dengan perdagangan narkotika.

FARC dibentuk pada 1964 dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintah Kolombia. Selama lebih dari 50 tahun, pemberontakan terlibat dalam serangan pemerintah, pemboman, pembunuhan, pemerasan dan penculikan tingkat tinggi.

Pada 2016, pemerintah Kolombia mencapai kesepakatan damai dengan beberapa kelompok gerilya, yang dibubarkan dan beralih ke politik. Namun, yang lainnya memindahkan operasi mereka ke bagian barat Venezuela di bawah perlindungan pejabat rezim Venezuela.

Carvajal Barrios termasuk di antara mereka yang didakwa dengan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro oleh pemerintahan Trump tahun lalu atas terorisme narkotika dan tuduhan kriminal lainnya.

"Selama lebih dari 20 tahun, Maduro dan sejumlah rekannya diduga berkonspirasi dengan FARC, menyebabkan berton-ton kokain masuk dan menghancurkan komunitas Amerika," kata Jaksa Agung, William Barr dalam sebuah pernyataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini