Musim Pancaroba, Waspada Volume Hujan Naik 50% hingga Potensi Bencana

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 15 September 2021 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 525 2471657 musim-pancaroba-waspada-volume-hujan-naik-50-hingga-potensi-bencana-kykjE61l2f.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan masyarakat terhadap potensi peningkatan curah hujan antara 16 hingga 50 persen di Bandung Raya. Peningkatan curah hujan pada pancaroba ini bisa menimbulkan beberapa bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan, wilayah Bandung Raya akan memasuki musim peralihan (pancaroba) pada bulan September. Pada dasarian II September, potensi jumlah hari hujan adalah 5 hari, dengan sifat hujan yang berpeluang terjadi adalah curah hujan lebih tinggi antara 16% - 50% dari nilai normalnya.

"Kondisi ini akan meningkatkan juga peluang kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di wilayah-wilayah dengan topografi yang mendukung untuk terjadinya bencana-bencana tersebut," kata Teguh, Rabu (15/9/2021).

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi mulai bulan September (musim peralihan/pancaroba) hingga masuk pada musim hujan pada bulan Oktober. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar DAS Citarum, dan bahkan perkotaan diharap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang/puting beliung.

"Selain itu masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan agar tingkat imunitas tetap terjaga di masa pandemi Covid-19," katanya.

Baca juga: Gempa M5,4 Guncang Boalemo Gorontalo

Memasuki musim hujan tahun ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan manajemen air dengan baik, seperti dengan menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, dan mengisi waduk/danau dan badan air lainya yang berguna untuk periode musim kemarau tahun depan.

"Masyarakat yang tinggal ataupun berkepentingan mengunjungi kawasan pesisir selatan Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati karena potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga 1 minggu ke depan. Selain itu, perlu diwaspadai juga kejadian seperti abrasi dan kerusakan infrastruktur pantai lainnya yang disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang," imbuh Teguh.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini