PBB: 4 Juta Warga Afghanistan Hadapi Darurat Pangan, Butuh Rp512 Miliar

Agregasi VOA, · Kamis 16 September 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 18 2472200 pbb-4-juta-warga-afghanistan-hadapi-darurat-pangan-butuh-rp512-miliar-7xu8NNHCV5.jpg Warga Afghanistan (Foto: AP via VOA)

KABUL - Empat juta warga Afghanistan menghadapi “darurat pangan” dan mayoritasnya tinggal di kawasan perdesaan dan membutuhkan USD36 juta (Rp512 miliar) dalam beberapa bulan mendatang, untuk memastikan penanaman gandum musim dingin, pakan ternak dan bantuan tunai untuk keluarga-keluarga rentan, kaum lansia dan penyandang disabilitas.

Rein Paulsen, direktur Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB dalam sebuah brifing video dari Kabul, bahwa 70 persen warga Afghanistan tinggal di kawasan perdesaan dan sekarang ini terjadi kekeringan parah yang mempengaruhi 7,3 juta warga Afghanistan di 25 dari 34 provinsi di negara itu. Warga pedesaan yang rentan itu juga dilanda pandemic.

Paulsen mengatakan 4 juta warga Afghanistan menghadapi masalah darurat kemanusiaan, yang digambarkan oleh “kesenjangan ekstrem dalam konsumsi makanan, tingkat malnutrisi akut sangat tinggi dan tingkat kematian yang berlebihan.” Ia mengatakan pertanian “sangat diperlukan” bagi populasi Afghanistan.

(Baca juga: PBB: Rakyat Afghanistan Perlu Bantuan untuk Hidup)

Ia mengatakan, pertanian menyumbang sedikit di atas 25 persen dari PDB Afghanistan, mempekerjakan langsung sekitar 45 persen dari angkatan kerja, “dan yang paling penting adalah pertanian memberi manfaat mata pencaharian bagi 80 persen populasi Afghanistan.”

Banyak keluarga rentan mengandalkan ternak untuk bahan makanan mereka. Tetapi 3 juta hewan juga terancam akibat kemarau yang menyebabkan padang penggembalaan tidak memadai.

Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus lalu, kekhawatiran kian besar bahwa Afghanistan dapat menghadapi keruntuhan ekonomi.

 (Baca juga: PBB: Negara Donor Janjikan Rp17 triliun untuk Bantu Krisis Afghanistan)

Paulsen mengatakan paket gandum, pupuk dan bantuan dari FAO untuk seorang petani mencapai USD150 (Rp2 juta).

“Untuk USD150 (Rp2 juta), satu keluarga beranggotakan 7 orang akan menghasilkan 1,2 juta ton gandum – mereka akan memproduksi cukup banyak gandum untuk memberi mereka sereal dan tepung selama periode 12 bulan,” terangnya.

Ia mengatakan lebih dari 400 ribu orang Afghanistan mengungsi dari rumah mereka, kebanyakan dari kawasan perdesaan.

Dia mengatakan mempertahankan petani untuk bekerja di ladang dan penggembala dengan ternaknya sangat penting dalam mencegah krisis pengungsian yang kian dalam. Jika pertanian runtuh ini akan menyebabkan malnutrisi, meningkatkan pengungsian dan memperburuk situasi kemanusiaan.

FAO pada tahun 2021 telah mendukung hampir 2 juta warga Afghanistan dengan bantuan tunai dan mata pencaharian.

Ia mengatakan USD36 juta (Rp512 miliar) yang sangat diperlukan FAO untuk pertanian musim dingin merupakan bagian dari permintaan 606 juta dolar bantuan darurat yang diajukan PBB. Pada konferensi di Jenewa pada Senin (20/9), para donor telah menjanjikan USD1,2 miliar (Rp17 triliun), dua kali lipat dari jumlah yang diminta.

FAO berharap janji itu termasuk mendanai USD36 juta (Rp512 miliar) yang diperlukan, tetapi Paulsen menyatakan sekarang para donor perlu bertindak cepat untuk mewujudkan janji itu dengan bantuan uang tunai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini