Tentara Israel Bunuh Tahanan Palestina yang Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 16 September 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 18 2472253 militer-israel-bunuh-tahanan-yang-melarikan-diri-dari-penjara-berkeamanan-tinggi-tJeZmHPjAx.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

TEL AVIV - Salah satu tahanan Palestina, yang melarikan diri dari penjara Israel, menderita mati otak akibat penyiksaan yang dialaminya selama interogasi oleh pasukan militer Zionis setelah dia ditangkap kembali, demikian dilaporkan media lokal Palestina.

Menurut Yibril al-Zubaidi, saudara dari Zakaria al-Zubaidi, tahanan Palestina itu dinyatakan mati otak pada Senin (13/9/2021) sebagai akibat dari penyiksaan oleh militer Israel setelah penangkapannya kembali, seperti yang dilaporkan oleh media dan jejaring sosial Palestina.

BACA JUGA: 6 Warga Palestina Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi Israel

Kematian al-Zubadi terjadi ketika hampir 1.400 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel akan memulai mogok makan tanpa batas Jumat (17/9/2021) untuk menuntut diakhirinya penganiayaan, relokasi dan kebijakan penahanan administratif, WAFA News melaporkan.

Al-Zubaidi adalah salah satu dari enam warga Palestina yang melarikan diri dari penjara berkeamanan tinggi Israel pada Senin, 6 September. Karena pelariannya itu, al-Zubaidi dipukuli dan disiksa oleh pasukan keamanan Israel setelah ditangkap kembali.

BACA JUGA: Polisi Israel Tangkap 2 Napi Palestina yang Kabur dari Penjara

Diwartakan TeleSUR, Tahanan Palestina mengatakan mereka akan mengambil langkah bertahap untuk memprotes eskalasi tindakan represif oleh administrasi penjara terhadap mereka setelah pelarian enam tahanan dari penjara Gilboa pekan lalu, demikian disampaikan Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dalam sebuah pernyataan.

Komisi itu mengatakan kelompok pertama mogok makan akan mencakup 1.380 tahanan dari berbagai penjara; 400 narapidana dari Penjara Ramon, 300 dari Penjara Ofer, 200 dari Penjara Nafha, 200 dari Penjara Megiddo, 100 dari Penjara Gilboa dan 80 dari Penjara Eshel, 50 dari Penjara Shatta dan 50 dari Penjara Hadarim.

Kelompok tahanan baru akan bergabung dengan mogok makan Selasa (21/9/2021) depan, sementara 100 tahanan senior, termasuk pemimpin Palestina Marwan Barghouti, akan menahan diri dari minum air mulai Jumat ini.

Para tahanan menuntut administrasi penjara Israel untuk mengakhiri kebijakan penindasan, pelecehan dan pemindahan sewenang-wenang, hukuman yang dijatuhkan pada ratusan tahanan, membebaskan tahanan yang terisolasi ke bagian reguler, dan mengembalikan kondisi penahanan seperti sebelum 5 September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini