UNICEF: 1 Juta Anak Putus Sekolah Akibat Penculikan Massal dan Gangguan Keamanan

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 16 September 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 18 2472513 unicef-1-juta-anak-putus-sekolah-akibat-penculikan-massal-dan-gangguan-keamanan-7wFHgCBcIQ.jpg Sekolah kosong di Nigeria (Foto: CNN)

NIGERIA - Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Rabu (15/9) mengatakan setidaknya satu juta anak-anak putus sekolah di Nigeria tahun ini ketika tahun ajaran baru dimulai, karena meningkatnya penculikan sekolah massal dan ketidakamanan.

Sekolah telah menjadi sasaran penculikan massal untuk meminta tebusan di Nigeria utara oleh kelompok bersenjata. Penculikan semacam itu di Nigeria pertama kali dilakukan oleh kelompok jihadis, Boko Haram kemudian cabangnya ada di Negara Islam Provinsi Afrika Barat, tetapi taktik itu kini telah diadopsi oleh geng-geng kriminal lainnya.

UNICEF mencatat sejauh ini, telah terjadi 20 serangan di sekolah-sekolah Nigeria tahun ini, dengan lebih dari 1.400 anak diculik dan 16 orang tewas. UNICEF menambahkan bahwa lebih dari 200 anak masih hilang.

"Pelajar terputus dari pendidikan mereka ... karena keluarga dan masyarakat tetap takut mengirim anak-anak kembali ke ruang kelas mereka dengan adanya serentetan serangan sekolah dan penculikan siswa di Nigeria," kata Peter Hawkins, Perwakilan UNICEF di Nigeria.

(Baca juga: UNICEF: 10 Juta Anak-Anak di Afghanistan Perlu Bantuan Kemanusiaan Usai Taliban Berkuasa)

UNICEF mengatakan lebih dari 37 juta anak Nigeria akan memulai tahun ajaran baru bulan ini.

Diperkirakan delapan juta siswa harus menunggu lebih dari satu tahun untuk pembelajaran langsung setelah sekolah ditutup karena pandemi Covid-19.

Ketidakamanan juga menyebabkan penutupan sekolah di Nigeria. Beberapa negara bagian barat laut telah mencoba untuk mengendalikan serentetan penculikan, dengan melarang penjualan bahan bakar dalam jerigen dan pengangkutan kayu bakar di truk, untuk menahan kelompok-kelompok tersebut yang ingin bepergian dengan sepeda motor dan berkemah di tempat-tempat terpencil.

(Baca juga: Gempa Haiti, UNICEF Bantu Anak-Anak dan Keluarga Korban)

Di Abuja, ibu kota Nigeria, awal tahun ajaran baru telah diundur ke tanpa penjelasan, setelah sekolah-sekolah di negara bagian terdekat menjadi sasaran para penculik yang meminta uang tebusan.

Komisi Komunikasi Nigeria dalam pernyataan menyatakan penyedia jaringan seluler di negara bagian Zamfara diarahkan untuk menutup komunikasi selama dua minggu untuk memungkinkan badan keamanan terkait melakukan kegiatan yang diperlukan dalam mengatasi tantangan keamanan di negara bagian itu.

Arahan itu muncul setelah setidaknya 73 siswa diculik dari sebuah sekolah menengah negeri di distrik Maradun, Zamfara. Saat ini, semua siswa tersebut telah dibebaskan.

Otoritas militer melakukan serangan yang ditargetkan di tempat persembunyian para penculik dan geng kriminal lainnya di negara bagian itu, yang dikenal masyarakat lokal sebagai 'bandit'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini