Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terduga Teroris AR, Tokoh Sentral Jamaah Islamiyah Diperiksa Intensif Densus 88

Antara , Jurnalis-Kamis, 16 September 2021 |22:21 WIB
Terduga Teroris AR, Tokoh Sentral Jamaah Islamiyah Diperiksa Intensif Densus 88
Ilustrasi (Foto: Antara)
A
A
A

Catatan panjang keterlibatan AR dalam JI, kata Aswin, menunjukkan bahwa dia dengan sengaja tidak menjadi bagian dari struktur organisasi JI untuk menghindar dari endusan aparat.

Berdasarkan hasil investigasi, lanjut Aswin, ditemukan bahwa AR merupakan penganjur metode militer (Tanzim Askari) untuk terus dilanjutkan oleh JI dan menjaga hubungan dengan para pejuang di Afghanistan.

Dalam temuan lain, AR adalah penganjur yang kuat agar JI selalu mendukung perjuangan bangsa Moro dan Suriah, demi mewujudkan Nubuwah akhir zaman di Syam.

Tidak hanya sampai di situ, kata Aswin kembali melanjutkan, AR adalah perumus Multazim bin Multazim (anak dari bapak) dalam pusat latihan teror JI yang dikenal dengan nama "Sasana".

Aswin menegaskan, AR merupakan konseptor utama dalam merancang masa persiapan teror (I’dad), rekrutmen anggota baru, kebijakan-kebijakan JI pada masa darurat, hingga sanksi bagi anggota JI yang indisipliner.

AR juga eksis dalam berbagai kanal media sosial. Tausiyahnya beredar dalam bentuk video yang sebagian besar membahas pentingnya Jihad dalam rangka mewujudkan kedaulatan negara Islam, menggklarifikasi para "Jihadis" di Afghanistan dan Suriah, pengharaman demokrasi, serta mengafirkan mereka yang tidak sepaham.

"Sebagian teroris yang ditangkap seringkali dikenal sebagai penceramah agama dalam lingkungannya, namun pada dasarnya mereka adalah jaringan teroris, kita jangan sampai terkecoh," ungkap Aswin.

Sederet catatan keterlibatan AR dalam pergerakan organisasi teroris tersebut menjadi bukti bagi Densus 88 Antiteror Polri untuk mengamankan tokoh sentral JI tersebut dalam rangka pencegahan dan penindakan terorisme di Tanah Air.

"Densus 88 selalu mencermati secara detil perilaku para terduga teroris sebelum ditangkap, dan kami menangkap mereka setelah didukung oleh bukti-bukti yang cukup," ujar Aswin.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement