Kasus Covid-19 Menurun, Jokowi Ingatkan Daerah di Sumut Tetap Hati-Hati

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Kamis 16 September 2021 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 608 2472598 kasus-covid-19-menurun-jokowi-ingatkan-daerah-di-sumut-tetap-hati-hati-L7WOVcqsOx.jpg Presiden Jokowi

MEDAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) untuk tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Meskipun tren kasus aktif di Sumut menurun, sejumlah daerah tetap harus berhati-hati.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Sumatera Utara di rumah dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/9/2021) sore.

Di hadapan 33 bupati dan wali kota se-Sumut, Presiden mengapresiasi pengendalian Covid-19. Tren kasus aktif di daerah tersebut cenderung menurun.

Meski begitu, Jokowi mewarning sejumlah daerah yang masih menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Daerah tersebut antara lain Karo, Nias, Labuhan Batu Selatan. Selain zona merah, presiden juga mengatakan kepada daerah yang zona biru juga harus hati hati dan daerah yang baru mulai menurun kasus nya lebih berhati-hati lagi.

Kepala Negara juga menegaskan, semua kepala daerah harus berusaha menekan kasus Covid-19 sekecil mungkin. Mulai dari tingkat terkecil tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, sampai tingkat provinsi.

Presiden mengungkapkan, data kematian di Sumut 2,6%, di bawah angka kematian nasional. Meskipun demikian, dia mengingatkan sejumlah daerah untuk hati-hati, di antaranya Pakpak, Batubara, Pematang Siantar, dan Kota Medan.

“Saya tahu mana yang harus saya datangi, mana yang saya harus berikan peringatan. Angka kematian 2,6 di Sumut di bawah nasional, tapi juga hati-hati,” ujarnya.

Baca Juga : Jokowi : Vaksinasi Door to Door Bentuk Pelayanan Langsung

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, kasus aktif di daerahnya saat ini berjumlah 4.139 kasus, telah berkurang 24.253 kasus. Tingkat kesembuhan mencapai 93,3 persen meningkat 30,5 persen, dari sebelumnya 62,8 persen. Bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 telah mencapai 17 persen turun signifikan dari 67 persen.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini