Dituding Salah Urus Evakuasi dari Kabul, Menlu Belanda Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 17 September 2021 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 18 2472731 dituding-salah-urus-evakuasi-dari-kabul-menlu-belanda-mengundurkan-diri-qJXIjD5kOr.JPG Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag. (Foto: Reuters)

AMSTERDAM - Menteri luar negeri Belanda, Sigrid Kaag, telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah parlemen negara itu mengecam dia dan menteri pertahanan Belanda atas evakuasi dari Kabul, Afghanistan yang kacau yang meninggalkan banyak orang.

Kaag mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (16/9/2021), setelah mosi kecaman disahkan oleh parlemen. Mosi tersebut menargetkan seluruh kabinet, tetapi menyebut menteri luar negeri secara eksplisit sebagai penanggung jawab utama atas kegagalan evakuasi.

BACA JUGA: Barat Ingin Perpanjang Evakuasi Warga dari Afghanistan, Taliban: Batasnya hingga 31 Agustus 

Kecaman itu mendapat dukungan luas di parlemen, didukung tidak hanya oleh oposisi, tetapi juga oleh beberapa anggota koalisi yang berkuasa. Meskipun tidak diwajibkan secara hukum untuk berhenti, menteri mengatakan itu adalah pilihan pribadinya.

"Dewan Anda telah memutuskan Kabinet bertindak tidak bertanggung jawab," kata Kaag sebagaimana dilansir RT. "Menteri harus mundur jika kebijakannya ditolak."

Mosi kecaman kedua disahkan terhadap Menteri Pertahanan Ank Bijleveld. Dia, bagaimanapun, belum menyatakan keinginan segera untuk berhenti, menyatakan dia akan melanjutkan pekerjaannya terlepas dari kecaman.

BACA JUGA: Belanda Tambah Pasukan Militer Bantu Evakuasi Warga dari Afghanistan 

"Kabinet, termasuk saya sendiri, kemarin telah mengindikasikan bahwa segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. Prioritas saya adalah tetap menyelamatkan penerjemah yang masih berada di Afghanistan," kata Bijleveld.

Sementara Kaag menahan diri untuk secara eksplisit mengutuk Bijleveld karena tetap tinggal, dia mengatakan bahwa "(dalam) pandangan saya tentang demokrasi dan budaya pemerintahan kita, menteri harus pergi jika kebijakan itu tidak disetujui."

"Ini adalah pilihan saya, semua orang membuat pilihan mereka sendiri," tambah Kaag.

Evakuasi kacau dari pasukan barat yang tersisa dan pembantu lokal mereka dari Afghanistan berlangsung selama dua minggu terakhir Agustus, ketika militer Amerika Serikat (AS) mundur dan kelompok militan Taliban merambah Kabul. Evakuasi penuh dengan masalah logistik dan keamanan dan menyebabkan lebih dari 200 orang tewas, dengan mayoritas tewas dalam serangan bunuh diri di bandara oleh cabang lokal dari kelompok teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

Selama evakuasi, Belanda menerbangkan sekitar 2.100 orang dari Kabul, dengan sekitar 1.700 berakhir di negara Eropa. Namun, ratusan warga Belanda, banyak di antaranya berasal dari Afghanistan, tertinggal.

Sejumlah orang yang sebelumnya bekerja untuk pasukan pendudukan Belanda dan secara teori memenuhi syarat untuk dievakuasi juga tidak diketahui jumlahnya. Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Kaag mengatakan kementerian akan melanjutkan upayanya untuk mengeluarkan orang-orang ini dari Afghanistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini