Prancis 'Skorsing' 3.000 Pekerja Layanan Kesehatan karena Tidak Divaksin Covid-19

Agregasi VOA, · Jum'at 17 September 2021 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 18 2473066 prancis-skorsing-3-000-pekerja-layanan-kesehatan-karena-tidak-divaksin-covid-19-hJVnWd3wiC.jpg Tenaga kesehatan Prancis (Foto: Reuters)

PRANCIS - Prancis men-skorsing 3.000 pekerja layanan kesehatan yang tidak diimunisasi dengan vaksin Covid-19 pada tenggat 15 September yang ditetapkan pemerintah.

“Beberapa lusin lainnya dari 2,7 juta pekerja layanan kesehatan memilih untuk mengundurkan diri daripada divaksinasi,” terang kata Menteri Kesehatan Olivier Veran pada Kamis (16/9).

Puluhan ribu pekerja layanan kesehatan tidak divaksinasi pada bulan Juli sewaktu Presiden Emmanuel Macron mengumumkan tenggat 15 September untuk mendapatkan sedikitnya satu dosis vaksin.

Veran mengatakan sebagian besar tenaga kesehatan yang diskors itu bekerja dalam layanan pendukung, sementara beberapa dokter dan perawat termasuk di antara yang diskors.

 (Baca juga: Prancis, China, Kecam Kesepatan Inggris dan AS Bantu Australia Kembangkan Kapal Selam Tenaga Nuklir)

Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, pada Jumat (17/9), pagi, menyatakan Prancis telah melaporkan lebih dari 7 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 116 ribu kematian.

Sementara itu, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Idaho (DHW) dalam sebuah pernyataan, pada Kamis (16/9) mengatakan di negara bagian Idaho, AS, rumah sakit-rumah sakit telah mulai menjatah perawatan karena peningkatan besar-besaran pasien Covid-19 yang membutuhkan rawat inap di semua daerah di negara bagian telah menghabiskan sumber daya yang ada.

“Situasinya mengerikan. Kami tidak memiliki cukup sumber daya untuk merawat pasien di rumah sakit kami secara memadai, apakah karena Covid-19 atau karena serangan jantung atau karena kecelakaan mobil,” kata pemimpin DHW Dave Jeppesen dalam sebuah pernyataan.

(Baca juga: Macron: Tentara Prancis Tewaskan Pimpinan IS di Sahara)

“Cara terbaik untuk mengakhiri penjatahan adalah dengan membuat semakin banyak orang divaksinasi,” terangnya.

“Ini mengurangi secara dramatis kemungkinan ke rumah sakit kalau Anda sakit karena Covid-19,” lanjutnya.

  • Koalisi Bahas Akses Vaksin

Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Perdagangan Dunia telah bertemu dengan para produsen besar vaksin Covid-19 untuk menyusun strategi guna meningkatkan akses ke vaksin bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Target koalisi ini adalah memvaksinasi sedikitnya 40 persen warga di setiap negara pada akhir tahun ini dan sedikitnya 60 persen pada pertengahan 2022.

WHO menyatakan target 2021 merupakan tonggak penting untuk mengakhiri pandemi dan bagi pemulihan ekonomi global.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini