Bekas Lapangan Terbang Ditutup Usai Tragedi Balap Liar Tewaskan 2 Remaja

Antara, · Selasa 21 September 2021 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 610 2474383 bekas-lapangan-terbang-ditutup-usai-tragedi-balap-liar-tewaskan-2-remaja-ZS1OcxmQKU.jpg (Foto : Antara)

SUMSEL - Polisi resor Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel), menutup bekas Lapangan Terbang (Lapter) Stanvac setelah kejadian balap liar berdarah yang menewaskan dua orang remaja setempat.

"Area Lapter Stanvac akan ditutup permanen, disertakan pemasangan rambu-rambu larangan berkegiatan di sana," kata Kepala Polres PALI Ajun Komisais Besar Polisi Rizal Agus Triadi dalam keterangan resminya, Senin 20 September 2021.

Menurutnya, keputusan penutupan lapangan terbang peninggalan zaman kolonial tersebut sudah berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat.

Selain ditutup, pihaknya juga menyiagakan petugas kepolisian di lokasi tersebut guna mencegah aksi balap liar terjadi kembali.

"Selain bersiaga, mereka saya tugaskan berpatroli setiap saat di lokasi itu, sehingga tidak ada lagi celah untuk dijadikan lokasi balap liar," ujarnya.

Lapangan Terbang Stavac berlokasi di Desa Pendopo, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Minggu 19 September 2021, sekira pukul 17.00 WIB dijadikan lokasi balap liar oleh pemuda setempat.

Baca Juga : Mobilnya Tersenggol, Oknum Sipir Aniaya Bocah hingga Babak Belur

Pada kesempatan itu, ada dua remaja tewas berinisial DK (15), warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal dan MN (15) warga Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara.

Mereka tewas seketika setelah motornya hilang kendali dan saling hantam di landasan pacu.

Lalu motor yang terpelanting dengan kuat itu menghantam para remaja lainnya yang saat itu menonton di sisi lintasan pacu.

Akibatnya, lima orang remaja berinisial SNI (15), FR (15), dan DD (15) warga Desa Mangku Negara, ADN (15) warga Desa Suka Maju, dan BNT (17) warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi karena luka-luka.

"Sampai di sini (RSUD) dua korban sudah meninggal dunia, jasad korban langsung dibawa oleh keluarga ke rumah duka. Untuk yang lain masih dirawat," kata dr Putri di RSUD Talang Ubi.

Salah seorang warga sekitar lapangan terbang, Rudi Hartono, mengatakan meskipun petugas kepolisian sudah sering berpatroli dan mengamankan para pelaku balap liar di sana, namun petugas masih saja kecolongan.

Setelah Polisi menutup lokasi tersebut, ia berharap balap liar tidak ada lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini