Penembakan Massal, 2 Tewas, 13 Terluka, Pelaku Bunuh Diri

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 24 September 2021 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 18 2476470 penembakan-massal-2-tewas-13-terluka-pelaku-bunuh-diri-7pUbmKXj86.jpg Penembakan massal di Tennessee, AS (Foto: The Commercial Appeal)

TENNESSEE - Penembakan massal terjadi di Collierville, Tennessee, Amerika Serikat (AS). Setidaknya dua orang tewas, termasuk pelaku penembakan, dan 13 lainnya terluka.

Empat orang dengan kondisi kritis di rumah sakit dengan lima lainnya dalam kondisi lebih baik.

Insiden itu terjadi di luar toko kelontong Kroger sekitar pukul 13:30 waktu setempat. Menurut konfirmasi dari polisi, pria bersenjata itu memilih bunuh diri,

Petugas tim SWAT tiba di tempat kejadian dan pergi dari lorong ke lorong untuk mencari penembak.

Dilansir dari ABC News, beberapa orang bersembunyi di lemari es dan mengunci kantor ketika baku tembak terjadi. Satu karyawan melarikan diri ke atap sebelum dikawal ke tempat yang aman oleh polisi.

Korban pertama telah diidentifikasi oleh keluarganya dengan melakukan penghormatan di media sosial.

 (Baca juga: Korban Tewas Penembakan di Universitas Rusia Bertambah, Pelaku Seorang Mahasiswa)

Keluarga Olivia King mengatakan mereka "hancur" dengan adanya "tindakan kekerasan yang tidak masuk akal" tersebut.

“Keluarga kami hancur oleh tindakan kekerasan yang tidak masuk akal ini. Kami mohon doanya untuk ketenangan jiwa ibu kami, Olivia King. Kami juga meminta semua orang untuk mendoakan semua keluarga dan teman yang terkena dampak peristiwa hari ini, serta belas kasihan Tuhan kepada penembak dan keluarganya. Terima kasih,” tulis sebuah pernyataan.

 (Baca juga: Penembakan Massal di East St. Louis, Mobil Pelaku Ditabrak Kereta Saat Melarikan Diri)

Polisi mengatakan ada luka "sangat serius" di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit, dengan setidaknya empat dalam kondisi kritis.

Menurut para saksi. dua helikopter medis berada di daerah itu untuk mengevakuasi para korban,

Polisi belum memastikan apakah ada hubungan antara tersangka dan supermarket yang menjadi tempat kejadian.

"Mereka melakukan apa yang telah dilatih untuk lari, bersembunyi, berkelahi,” terang Kepala Polisi Collierville, Dale Lane.

"Ini adalah peristiwa paling mengerikan yang terjadi dalam sejarah Collierville,” ujarnya.

"Adegan ini mengerikan, saya sudah terlibat dalam kasus seperti ini selama 34 tahun dan tidak pernah melihat yang separah ini,” ungkapnya.

"Ini mengerikan. Kami benci hal itu terjadi, tetapi kami adalah salah satu komunitas paling tangguh di Amerika dan salah satu departemen kepolisian terbaik,” lanjutnya.

Glenda McDonald, yang bekerja di departemen bunga Kroger, mengatakan dia tidak terluka, tetapi terguncang dan terkejut.

"Saya baru saja keluar dari pintu. Saya meninggalkan dompet saya, kunci saya, semuanya,” ujarnya kepada USA Today.

Seorang karyawan yang sedang libur saat kejadian mengatakan kepada rekan-rekan WMC News jika penembak itu adalah karyawan Kroger. Namun reporter Brandon Richard kemudian melaporkan bahwa dia diyakini sebagai vendor/kontraktor.

Sementara itu, saksi mata lainnya, Brignetta Dickerson, sedang berada di kasir dan berpura-pura mati ketika pria bersenjata itu “mulai menodongkan senjata itu,” dan mengenai seorang pria di kepala.

“Kedengarannya seperti balon meletus. Tap, tap, tap, tap, tap — seperti itu,” ujarnya kepada WREG-TV.

Mobil tersangka penembak masih di tempat parkir dan semua peralatan dibawa untuk memeriksanya dengan aman.

Polisi Memphis bersama dengan FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak semuanya berada di tempat kejadian.

Menurut pernyataan polisi terbaru, empat orang berjuang untuk hidup dan lima menderita luka-luka, dengan total 13 korban di rumah sakit daerah.

Supermarket telah merilis pernyataan terkait insiden itu.

"Kami sangat sedih dengan insiden yang terjadi di toko Kroger kami yang terletak di New Byhalia Road,” terang pernyataan itu.

"Seluruh keluarga Kroger memeberikan pikiran, doa, dan dukungan kami kepada individu dan keluarga para korban selama masa sulit ini,” lanjutnya.

“Kami bekerja sama dengan penegak hukum setempat, yang telah mengamankan toko dan tempat parkir. Toko akan tetap ditutup, sementara penyelidikan polisi berlanjut dan kami telah memulai layanan konseling untuk rekan kami,” terangnya.

"Untuk melindungi integritas penyelidikan yang sedang berlangsung, kami mengajukan pertanyaan ke Departemen Kepolisian Collierville,” tambahnya.

Sekolah-sekolah di wilayah tersebut baru saja dibuka kembali setelah ‘lockdown’.

Orang tua siswa di Collierville High School menerima pesan yang menunjukkan bahwa ada penembakan di luar kampus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini