Hujan Deras, 3.642 Rumah di Kabupaten Gunung Mas Kalteng Kebanjiran

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 340 2476815 hujan-deras-3-642-rumah-di-kabupaten-gunung-mas-kalteng-kebanjiran-hOgryBypgm.jpg Banjir di Kabupaten Gunung Mas Kalteng (foto: dok BNPB)

JAKARTA - Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari mengakibatkan banjir yang terjadi wilayah di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dengan lokasi Kecamatan Kurun, Tewah, Mihing Raya, Sepang, Rungan Hulu, Rungan, Rungan Bara, Manuhing, Manuhing Raya, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, dan Miri Minasa. Akibat banjir tersebut sebanyak ± 3.685 KK/ 13.638 jiwa terdampak.

Baca juga: Waspada Banjir, 49 Titik Tanggul Sungai Citarum di Bekasi Kritis

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD Kalimantan Tengah terdapat 3.642 unit rumah terdampak. Pihak BPBD BPBD Gunung Mas telah melakukan Penyaluran bansos untuk hari ini dilaksanakan di Keluruhan Teweh yang sudah tersalur 7.250 kg Beras.

"Status tanggap darurat banjir di perpanjang dari 16 September sampai 30 September 2021. Kondisi terkini dilapangan, daerah yang masih terendam banjir adalah Kecamatan Rungan Hulu, akan tetapi kondisi air sudah mulai surut," kata Muhari dalam keterangannya, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga:  303 Rumah Warga Luwu Utara Masih Terendam Banjir

Berdasarkan informasi BMKG Berlaku 01 September 2021 pukul 07.00 wib sampai dengan 02 September 2021 pukul 07.00, yang berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak Banjir/Bandang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dengan Status Waspada (signature.bmkg.go.id).

BPBD Prov. Kalimantan Tengah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kab/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kab/Kota dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hydrometeorologi.

BNPB menghimbau untuk seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan, potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini