SEOUL – Menurut media pemerintah KCNA, Korea Utara (Korut), pada Minggu (3/10), mengatakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menerapkan standar ganda atas kegiatan militer di kalangan negara anggota PBB, di tengah kritikan internasional terhadap uji coba rudal Korut baru-baru ini.
Dewan Keamanan menggelar rapat tertutup pada Jumat (1/10) atas permintaan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya mengenai peluncuran rudal milik Korut.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Pyongyang menembakkan rudal antipesawat yang baru dikembangkannya.
(Baca juga: Peringatkan Biden, Korut Tembakkan Rudal dari Belakang Kendaraan Besar)
Unjuk gigi itu merupakan yang terbaru dalam serentetan uji senjata baru-baru ini, yang mencakup peluncuran rudal hipersonik yang tak terlihat sebelumnya, rudal balistik, serta rudal jelajah yang kemungkinan berkapasitas nuklir.