Share

Taiwan Klaim 93 Pesawat Militer China Serbu Zona Pertahanannya, AS Prihatin

Susi Susanti, Okezone · Senin 04 Oktober 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 18 2480923 taiwan-klaim-92-pesawat-militer-china-serbu-zona-pertahanannya-as-prihatin-DxK7Tox6r7.jpg Pesawat militer China masuki zona pertahanan udara Taiwan (Foto: Shao Jing/picture alliance)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mengatakan "sangat prihatin" dengan tindakan "provokatif" China setelah Taiwan mengklaim sekitar 93 pesawat militer China telah terbang ke zona pertahanan udaranya dalam tiga hari terakhir.

Departemen luar negeri AS menyebut tindakan itu mengganggu stabilitas dan menegaskan kembali komitmennya yang kokoh terhadap Taiwan.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif China di dekat Taiwan, yang membuat tidak stabil, berisiko salah perhitungan dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata departemen luar negeri AS.

 (Baca juga: Taiwan Kirim Pesawat Tempur Halau Pesawat China, Sistem Rudal Pantau Pergerakan)

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik dan ekonominya terhadap Taiwan,” lanjutnya.

Kementerian pertahanan Taiwan melaporkan pada Minggu (3/10) bahwa 16 pesawat militer China lainnya telah terbang ke zona pertahanan udaranya, dekat pulau karang Kepulauan Pratas.

Zona identifikasi pertahanan udara adalah area di luar wilayah negara dan wilayah udara nasional. Di zona ini pesawat asing masih diidentifikasi, dipantau, dan dikendalikan untuk kepentingan keamanan nasional.

(Baca juga: China Kirim 38 Pesawat Tempur ke Taiwan, Datang dalam 2 Gelombang)

Zona ini dideklarasikan sendiri dan secara teknis tetap menjadi wilayah udara internasional.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pada Sabtu (2/10), total 39 jet militer China terbang ke daerah yang sama dalam dua gelombang pada siang dan malam hari. Itu adalah serangan terbesar oleh Beijing hingga saat ini.

"China telah secara ceroboh terlibat dalam agresi militer, merusak perdamaian regional,” terang Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang kepada wartawan pada Sabtu (2/10).

Pada Jumat (1/10) , empat jet pembom H-6, yang dapat membawa senjata nuklir, dan sebuah pesawat anti-kapal selam termasuk di antara 38 yang terbang dalam dua gelombang selama hari itu.

Taiwan telah melaporkan setidaknya lima serangan sejak Jumat (1/10).

China melihat Taiwan yang demokratis sebagai provinsi yang memisahkan diri, tetapi Taiwan melihat dirinya sebagai negara berdaulat.

Taiwan telah lama komplain selama lebih dari setahun tentang misi berulang oleh angkatan udara China di dekat pulau itu.

Namun China sebelumnya berkilah jika penerbangan semacam itu untuk melindungi kedaulatannya dan juga menargetkan kolusi antara Taiwan dan AS.

Pemerintah di Beijing - yang telah menandai 72 tahun berdirinya Republik Rakyat China - sejauh ini tidak memberikan komentar publik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini