Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Danjen Kopassus Pertama yang Ternyata Bekas Sopir Ratu Belanda

Mohammad Adrianto S , Jurnalis-Selasa, 05 Oktober 2021 |05:05 WIB
Kisah Danjen Kopassus Pertama yang Ternyata Bekas Sopir Ratu Belanda
Idjon Djanbi (Foto: Ist)
A
A
A

Pada masa itu, terjadi peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dari Kerajaan Belanda. Visser memutuskan pensiun menjadi tentara dan memilih jadi petani di Lembang, Bandung bersama istri barunya keturunan Sunda. 

Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi, kedatangan seorang tamu familiar. Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.

Kawilarang mempunyai harapan untuk mewujudkan permintaan salah satu temannya yang tewas dalam pemberantasan Republik Maluku Selatan. Kolonel Ignatius Slamet Rijadi, kolega Kawilarang, ingin membuat pasukan khusus dengan kualifikasi para-komando.

Namun, TNI belum punya perwira yang bisa memproduksi prajurit-prajurit berkualifikasi. Nama Idjon Djanbi muncul sebagai salah satu kandidat perwira yang dianggap cocok untuk melatih prajurit TNI baru.

Sugianto akhirnya meminta Idjon melatih para prajurit Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Unit inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kopassus TNI-AD.

Idjon Djanbi melatih perwira tersebut setelah pengangkatan resmi Menteri Pertahanan RI kala itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, di mana Djanbi dianugerahi pangkat mayor. Setelah itu, Mayor Mochammad Idjon Djanbi menjadi komandan “Kopassus” pertama yang saat itu masih bernama Kesko TT III/Siliwangi.

Unit ini sempat berganti-ganti nama, mulai dari RPKAD (Resimen Para-Komando Angkatan Darat), Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat), Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) dan kemudian Kopassus TNI AD. 

Idjon Djanbi mengalami kenaikan pangkat saat RPKAD tengah berulang tahun pada 1969, dari mayor menjadi letnan kolonel. Idjon Djanbi mangkat akibat penyakit usus buntu dan usus besar, hingga dimakamkan di TPU Kuncen, Yogyakarta pada 1 April 1977.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement