Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Yakin Anak Muda Papua Bisa Menjadi Petani Milenial dan Entrepreuner Berkelas Dunia

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Rabu, 06 Oktober 2021 |11:02 WIB
Presiden Yakin Anak Muda Papua Bisa Menjadi Petani Milenial dan Entrepreuner Berkelas Dunia
Foto: Dok Kementerian Pertanian
A
A
A

SORONG - Presiden RI Joko Widodo di Sorong melakukan kegiatan Tanam Jagung bersama Petani, pada Senin (4/10/2021), sekaligus meninjau program Petani Milenial - Kementan RI, bekerja sama dengan Papua Muda Inspiratif. Upaya ini untuk menginternalisasi dan memaksimalkan potensi program petani milenial yang telah diresmikan beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan Presiden Jokowi didampingi Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPR RI Puan Maharani beserta Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Secara khusus Billy Mambrasar mengatakan kegiatan ini sebagai tanda keseriusan pemerintah dalam pelaksanaan program Petani Milenial, menciptakan anak Papua yg tertarik terjun di sektor ini, untuk menjadi Petani yang maju, modern, entrepreneurial, bahkan exporter.

"Tujuannya tidak hanya untuk dapat meningkatkan volume pangan di Indonesia dan Papua, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan taraf hidup petani yang juga akan menjadi harapan bagi petani-petani generasi selanjutnya," tuturnya.

Menurut Billy, pertanian merupakan sektor penyerap tenaga kerja paling banyak, di Papua dan Papua Barat. Lebih dari 60 persen anak muda terjun dan bergelut di sektor ini.

 BACA JUGA : Gelar Pelatihan Kewirausahaan Petani Milenial, Kementan Dorong Pertanian Papua Barat Unggul

“Melihat kepada negara maju lainnya seperti Selandia Baru atau Belanda dimana kemajuan perekonomiannya didorong oleh sektor pertanian berbasis teknologi modern dan anak muda, maka Papua juga bisa mendorong Indonesia menjadi negara maju dalam sektor ini,” ujar Billy.

Dalam pidatonya, Presiden meminta agar harus ada 2,000 Petani Milenial dari Papua dan Papua Barat. Mereka harus dibimbing, diberikan pelatihan, permodalan, teknologi, hingga mampu menjadi exporter berkelas dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement