Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Badai Matahari Landa Jawa Barat pada 27 September, Penyebab Listrik Pantura Padam?

Arif Budianto , Jurnalis-Minggu, 10 Oktober 2021 |13:48 WIB
Badai Matahari Landa Jawa Barat pada 27 September, Penyebab Listrik Pantura Padam?
Badai Mataari (Foto: Ist)
A
A
A

BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas badai matahari (badai geomagnet) skala rendah pada 27 September 2021 di wilayah Jawa Barat. Badai matahari tersebut menjadi pertanyaan banyak pihak terkait dugaan penyebab balckout listrik di wilayah Pantura Jabar.

Laporan BMKG mencatat, adanya badai geomagnet skala lemah dengan index 31,875. Angka tersebut tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang bulan September 2021, bahkan dalam beberapa bulan terahir. Selama ini, index badai magnetik Jawa Barat pada skala tenang atau di bawah 30.

"Berdasarkan hasil pengolahan nilai indeks K dan Indeks A pada data medan magnet bumi di Stasiun Magnet Bumi Pelabuhan Ratu, nilai indeks K tertinggi pada bulan September 2021 adalah skala 5 dan nilai Indeks A tertinggi adalah 31.9 pada 27 September 2021," jelas kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu.

Baca Juga: 2 Siklon Tropis di Belahan Utara Berdampak ke Indonesia

Badai geomagnet atau badai matahari adalah gangguan di magnetosfer bumi yang disebabkan oleh interaksi antara angin matahari - aliran partikel berenergi yang mengalir keluar dari matahari melalui tata surya - dengan medan magnet bumi. Badai ini bisa menyebabkan gangguan perangkat elektronik, listrik, radio, dan lainnya.

Kendati pada 27 September tercatat terjadi peningkatan index gangguan magnetik, namun BMKG tidak mengkonfirmasi penyebab listrik padam di pantura akibat peristiwa badai matahari yang telah diperkirakan banyak pihak bakal terjadi pada periode itu.

"Pada tanggal 27 September tidak ada aktivitas solar flare yang tercatat, sehingga kemungkinan aktivitas magnetik yang tercatat di Stasiun Pelabuhan Ratu pada waktu tersebut akibat noise pada data proton magnetometer," jelas dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement