Share

Pembelot dan Mantan Kolonel Senior Korut Angkat Bicara Tentang Teror, Senjata, dan Narkoba

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 18 2485059 pembelot-dan-mantan-kolonel-senior-korut-angkat-bicara-tentang-teror-senjata-dan-narkoba-qn5gs4q3CH.jpg Pembelot dan mantan kolonel senior Korut angkat bicara tentang narkoba, senjata, dan teror (Foto: BBC)

BBC juga menghubungi kedutaan Korea Utara di London dan misi di New York untuk sebuah pernyataan, tetapi sejauh ini tidak ada tanggapan.

Beberapa tahun terakhir Kim di unit intelijen tertinggi Korea Utara menawarkan beberapa wawasan tentang karir awal pemimpin saat ini, Kim Jong-un. Dia melukis gambar seorang pemuda yang ingin membuktikan dirinya sebagai "pejuang".

Korea Utara membentuk agen mata-mata baru yang disebut Biro Umum Pengintaian pada tahun 2009, tepat saat Kim Jong-un dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya, yang menderita stroke. Kepala biro itu adalah Kim Yong-chol, yang tetap menjadi salah satu ajudan pemimpin Korea Utara yang paling dipercaya.

Kolonel tersebut mengatakan bahwa pada Mei 2009, sebuah perintah turun dari rantai komando untuk membentuk "satuan tugas teror" untuk membunuh seorang mantan pejabat Korea Utara yang membelot ke Selatan.

"Bagi Kim Jong-un, itu adalah tindakan untuk memuaskan pemimpin tertinggi (ayahnya)," terangnya.

"Sebuah 'Pasukan Teror' dibentuk untuk membunuh Hwang Jang-yop secara rahasia. Saya secara pribadi mengarahkan dan melaksanakan pekerjaan itu,” lanjutnya.

Hwang Jang-yop pernah menjadi salah satu pejabat paling berkuasa di negara itu. Dia telah menjadi arsitek utama kebijakan Korea Utara. Pembelotannya ke Selatan pada tahun 1997 tidak pernah dimaafkan. Begitu berada di Seoul, dia sangat kritis terhadap rezim Korea Utara, dan keluarga Kim ingin membalas dendam.

Namun upaya pembunuhan itu gagal. Dua panglima militer Korea Utara masih menjalani hukuman penjara 10 tahun di Seoul atas rencana tersebut. Pyongyang selalu membantah terlibat dan mengklaim Korea Selatan telah melakukan upaya tersebut.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini