BANGLI – Hingga Sabtu (16/10/2021) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli terus mempersiapkan berbagai sarana untuk mendukung percepatan penanggulangan dampak longsor yang menyebabkan tiga desa di Kintamani terisolasi usai gempa pagi tadi. Salah satunya dengan membangun tenda sebagai pos pendataan di dermaga kedisan dan menambah alat berat untuk mempercepat penanggulangan material longsor.
Sejumlah tambahan bantuan alat berat dari jajaran TNI dan Pemkab Gianyar didatangkan ke Bangli untuk mempercepat penanggulangan dampak bencana longsor tersebut.
“Kalau alat berat ada 4 akan turun besok. Personel kurang lebih ada dari TNI- Polri. Kalau kami BPBD 20 personel,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Ketut Gede Wiradana, Sabtu (16/10/2021).
Selain itu, petugas dari BPBD Bangli juga mulai menyiapkan tenda yang akan dipergunakan sebagai posko koordinasi dan pendataan penanganan bencana.
Itu karena sejauh ini upaya penanggulangan yang dilakukan petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya masih terkendala cuaca buruk dan kondisi tanah yang labil sehingga rawan terjadi longsor susulan.
Baca Juga : Gempa Bali, Korban Longsor 2 Meninggal, 2 Kritis, 1 Luka Ringan
Karena itu, penanganan longsor yang sempat dilakukan tadi siang terpaksa dihentikan sebelum waktunya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya proses evakuasi material longsoran akan dilanjutkan besok pagi.