Menurut Ghufron, data-data statistik yang disajikan dalam buku ini dapat menjadi sarana informasi yang bisa dipergunakan para pemangku kepentingan, akademisi, peneliti serta semua pihak, dalam rangka memberikan rekomendasi perbaikan terkait penyelenggaraan Program JKN-KIS.
Ghufron pun berharap, buku tersebut bisa menjadi legacy bagi BPJS Kesehatan maupun DJSN, serta menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan Program JKN-KIS lebih dekat kepada publik.
Sementara itu, Plt. Ketua DJSN Mohamad Subuh mengatakan, Buku Statistik JKN 2015-2019 diterbitkan untuk memberikan informasi kepada publik sejauh mana Program JKN-KIS telah mencapai tujuannya, melanjutkan informasi tahunan yang sebelumnya telah dipublikasikan dalam Buku Statistik JKN 2014-2018.
“Dalam buku ini, capaian Program JKN-KIS disajikan dalam bentuk angka standar yang secara obyektif mengukur akses dan konsumsi layanan kesehatan oleh peserta JKN-KIS. Sepanjang perjalanannya, Program JKN-KIS terbukti mampu meningkatkan akses warga Indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan," ujarnya.
Menurutnya, ini adalah hal yang menggembirakan. Oleh karena itu, penguatan penyelenggaraan Program JKN-KIS menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.