Vaksinasi di Kalangan Pesantren Diapresiasi PBNU, Kapolda Jateng Terima Penghargaan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 512 2488541 vaksinasi-di-kalangan-pesantren-diapresiasi-pbnu-kapolda-jateng-terima-penghargaan-fpx17vLnM5.jpg Kapolda Jateng menerima penghargaan dari PBNU. (Foto: Humas Polda Jateng)

SEMARANG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang diwakili Waketum Prof Dr Moch Maksum bersilaturahmi dengan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, di Mapolda setempat, Selasa (19/10/2021).

Bersama rombongan, Kyai yang juga guru besar UGM hadir memberikan penghargaan dan apresiasi PBNU atas banyaknya kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan Polda Jateng pada komunitas pesantren.

"Komunitas pesantren bila tidak diperhatikan bisa menjadi klaster baru, karena para santri dalam proses belajarnya, wajib tinggal di dalam lingkungan pesantren," ungkap KH. Moch Maksum.

Perhatian Polda Jateng pada komunitas pesantren, tambahnya, amat mengharukan dirinya sekaligus menumbuhkan apresiasi dari PBNU.

"Berawal dari Polres Kendal kemudian diikuti oleh Polres lain di Polda Jateng. Masuknya Polri ke lingkungan pesantren, juga membangkitkan kesadaran pada pengurus dan orang tua santri untuk aktif ikut vaksinasi," imbuhnya.

Baca juga: Kapolda Jateng Terima Audiensi Pimpinan Media di Kantornya

Dirinya juga meyakini, penurunan level covid di Jawa Tengah berkat peran Polda yang menginisiasi vaksinasi di kalangan santri.

"Ledakan covid di Demak maupun Kudus dulu, berawal dari tradisi kepesantrenan seperti Syawalan. Para santri banyak ikut dalam kegiatan seperti itu. Maka, vaksinasi yang dilaksanakan Polda Jateng pada para santri, berdampak besar pada penurunan covid di Jateng. Saya meyakini itu," tegas Maksum.

Sementara Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi menambahkan komunitas pesantren menjadi salah satu sasaran penting program vaksinasi yang dilaksanakan Polda Jateng.

"Ada 4000 pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Tengah yang menjadi perhatian kita terkait vaksinasi. Tak hanya itu kita juga punya program Pesantren Siaga Candi," ungkap Irjen Luthfi.

Ditambahkan, program tersebut menjadikan pesantren sebagai role model dalam penanganan covid19 khususnya di dalam lingkungan pesantren.

"Dimana ada pesantren, maka Polres melalui Kasat Binmas akan mendidik santri tentang protokol kesehatan agar mereka bisa menangani permasalahan di lingkungannya sendiri," tegasnya.

Terkait sejumlah wilayah yang sudah mengalami penurunan hingga level 1, Kapolda menghimbau agar prokes tetap ditegakkan.

"Pakai masker, itu yang terpenting meskipun suatu daerah sudah turun menjadi level satu," jelas Kapolda menutup pembicaraan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini