Gempa M5 Guncang Malang, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 519 2489992 gempa-m5-guncang-malang-bmkg-akibat-aktivitas-subduksi-lempeng-CiOfo8Hf3K.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Selatan Jawa Timur diguncang gempa tektonik pada Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:21:15 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,81° LS; 112,49° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 98 km.

Baca juga:  BMKG Data Kerusakan dan Daerah yang Merasakan Gempa Malang M5,3

BMKG mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Malang, Tak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, BMKG melaporkan guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Blitar III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, Trenggalek II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga hari Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:43 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tulis BMKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini