Dituduh Debt Collector, 4 Anggota TNI Babak Belur Dikeroyok Warga

Adi Palapa Harahap, iNews · Jum'at 22 Oktober 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 608 2490144 dituduh-debt-collector-4-anggota-tni-babak-belur-dikeroyok-warga-oUF17Wqm6M.jpg Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Dok Okezone)

MEDAN - Empat orang anggota TNI Angkatan Udara (AU) yang berdinas di Lanud Soewondo Medan dikeroyok warga di Jalan Kelambir Lima, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Dari penganiayaan empat anggota TNI AU polisi berhasil mengamankan 5 orang warga.

Dalam rekaman video amatir, terlihat warga merusak sebuah mobil milik anggota TNI dan melemparinnya di Jalan Kelambir Lima. Tak hanya itu, keempat TNI pun dikeroyok warga.

Ironisnya, anggota TNI sempat menujuk kartu identitasnya sebagai anggota TNI dan menujukkan baju dinas. Bukannya warga berhenti malah memukulin anggota TNI AU itu hingga babak belur dan tak berdaya.

Baca Juga:  Panglima Hadi Tjahjanto: Terima Kasih Atas Pengorbanan Seluruh Prajurit TNI dan Anggota Polri

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada saat Peltu IS menghubungi Serka WD untuk meminta bantuan mendampingi Peltu MS untuk mengambil mobil milik keluarganya yang digelapkan oleh orang yang merental mobil keluarganya tersebut.

Setelah itu Serka WD kembali menelepon Peltu RSP untuk bersama-sama mengambil mobil yang dirental tersebut. Setelah berkumpul mereka pun langsung menuju ke Jalan Kelambir Lima menuju salah satu rumah yang digunakan untuk menyembunyikan mobil tersebut yang terpantau lewat GPS sedang terparkir di salah satu rumah di lokasi kejadian.

Pada saat akan membawa mobil tersebut, personel Lanud Soewondo tersebut pun mendapatkan perlawanan warga dan melempari mereka dengan batu bahwa beberapa warga langsung melakukan pemukulan terhadap empat anggota TNI AU tersebut.

Baca Juga:  Kisah Pilu Prajurit TNI, Dulu Gagah Perkasa Kini Tak Berdaya

Melihat situasi yang mulai memanas, pihak TNI AU langsung menghubungi Polsek Helvetia dan rekan-rekan mereka sesama anggota TNI AU yang datang ke lokasi mengamankan situasi.

Melihat banyak anggota TNI yang datang, masyarakat yang tersulut emosi lantaran beberapa pelaku menuding bahwa para anggota TNI AU itu merupakan debt collector langsung kembali melempari para anggota TNI hingga mengakibatkan beberapa personel luka pada bagian kepala.

Hingga akhirnya personel Lanud Soewondo dibantu kepolisian berhasil mengamankan 5 orang warga yang diduga turut melakukan penganiayaan dan menyerahkanya ke Polrestabes Medan untuk diproses hukum.

Hingga saat ini setelah personel anggota TNI AU yang menjadi korban penganiayaan telah membuat laporan pengaduan.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan, tengah memburu pelaku yang menjadi provokator otak penyerangan terhadap empat anggota TNI tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini