Kasus Polisi 'Smackdown', Kapolda Banten Jalankan Program Polri Presisi

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 24 Oktober 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 340 2490901 kasus-polisi-smackdown-kapolda-banten-jalankan-program-polri-presisi-o9Jjjt399g.jpg Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto/ ist

JAKARTA - Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho, memperintahkan Bidpropam Polda Banten, untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota Polresta Tangerang, Brigadir NP. Berdasarkan hasil sidang, Brigadir NP terbukti bersalah dan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

(Baca juga: Buntut Polisi 'Smackdown', Mahasiswa Kepung Polresta Tangerang Desak Kapolres Dicopot!)

Propam langsung memberikan sanksi terberat dan berlapis terhadap Brigadir NP. Selain ditahan di sel khusus, ia juga diberi sanksi demosi hingga penundaan kenaikan pangkat.

"Brigadir NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan dan memberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto, juga meminta maaf secara langsung ke mahasiswa yang dibanting oleh anggota Polresta Tangerang saat penanganan aksi demonstrasi.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh jenderal bintang dua, kepada MFA dan orangtuanya di Mapolresta Tangerang, Banten.

Pengayom Masyarakat

Sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian di wilayah Provinsi Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto memberi contoh, bagaimana seharusnya Kepolisian mengayomi keamanan serta ketertiban masyarakat. Hal ini terkait dengan peristiwa oknum polisi ‘smackdown’ mahasiswa saat melakukan unjuk rasa pada HUT ke-389 Kabupaten Tangerang.

Oleh karena itu, ada tiga unsur dalam peristiwa tersebut. Yaitu unsur mahasiswa, unsur pemerintahan Kabupaten Tangerang, dan unsur Polisi. Ketiga unsur tersebut adalah unsur yang seksi untuk digunakan pihak-pihak tertentu, menjadi keriuhan di media sosial. Ujung-ujungnya, bila tidak ditangani secara strategis, keriuhan di media sosial tersebut akan berimbas ke kehidupan nyata masyarakat.

(Baca juga: Viral Polantas Pacaran Pakai Mobil PJR, Ini Reaksi Keras Jenderal Polisi)

Pemahaman yang cermat Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto terhadap peristiwa polisi ‘smackdown’ mahasiswa serta berbagai kemungkinan ekses yang ditimbulkan, menjadi salah satu landasan utama, mengapa Kapolda Banten segera mengambil alih peristiwa tersebut dari Polres Kota Tangerang.

Terbukti, hanya dalam hitungan hari, sikap tegas sekaligus humanis Irjen Pol Rudy Heriyanto, langsung membuat peristiwa tersebut mereda. Situasi dan kondisi berbagai unsur tersebut pun, langsung tenang.

Bahkan, Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, mengadakan jumpa pers di Rumah Sakit Ciputra Tangerang. Ia menyampaikan kondisi mahasiswa FA dalam peristiwa tersebut, sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sehat. FA dan keluarga turtu hadir dalam jumpa awak tersebut. Termasuk, Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Dandim Tangerang, dan dokter RS Ciputra.

Humanis, Transparan dan Tegas

Sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian di wilayah Provinsi Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto telah memberi contoh kongkrit, bagaimana mengembangkan leadership, dalam konteks Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Transparansi penanganan peristiwa polisi membanting mahasiwa tersebut, misalnya, dilakukan secara terbuka kepada publik, melalui media.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mewujudkan capaian program kerja yang dipaparkan saat Fit and Proper Test di Komisi III DPR RI, beberapa waktu lalu.

Mengusung jargon Presisi yaitu (prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan), ada 16 program prioritas Sigit sebagai Kapolri. Untuk mewujudkan 16 program prioritas Kapolri tersebut terbentuklah Posko Presisi yang mengawal dan memantau cita-cita semangat Presisi tersebut.

Sebagai pengendali utama keamanan serta ketertiban masyarakat, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto berhasil mensinergikan seluruh potensi yang ada di wilayah Provinsi Banten, untuk bersama-sama mengayomi keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kolaborasi Polda Banten dan Untirta

Kalangan kampus di Provinsi Banten, sudah sejak lama memiliki ikatan dengan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto. Dalam sebuah wawancara, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman, menuturkan, salah satu dari sejumlah kolaborasi profesional Untirta dengan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, adalah tentang pemetaan pungutan liar (pungli) di Provinsi Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto dan Rektor Untirta Fatah Sulaiman sepakat untuk berkolaborasi secara profesional dengan mengadakan riset tentang pungli serta hal-hal yang relevan dengan pungli.

Semua hal di atas hanya sebagian contoh, dari sekian banyak pengembangan leadership yang sudah dilakukan Irjen Pol Rudy Heriyanto. Dengan kata lain, Kapolda Banten merupakan salah satu aset penting Kepolisian, terutama untuk menjalankan Program Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Basis utama Polri Presisi adalah leadership, kepemimpinan. Oleh karena itu, tanpa leadership yang kuat, tentu bukan hal yang mudah untuk mengeksekusi Program Polri Presisi untuk mengedepankan pengayoman keamanan serta ketertiban masyarakat. Dalam leadership tercakup integritas, kesungguhan melayani, serta keteladanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini