Malaysia Cabut Larangan Pekerja Migran, Buka Kembali Langkawi untuk Turis Asing

Agregasi VOA, · Senin 25 Oktober 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 18 2491096 malaysia-cabut-larangan-pekerja-migran-buka-kembali-langkawi-untuk-turis-asing-azBwJQUKhm.jpg Malaysia cabut larangan pekerja migran (Foto: AFP via VOA)

MALAYSIA - Perdana Menteri Malaysia Sabri Yaakob pada Jumat (22/10), mengatakan negaranya akan mengizinkan pekerja asing kembali ke negara itu setelah hampir selama 16 bulan negara tersebut ditutup untuk pekerja asing karena pandemi Covid-19. Malaysia juga akan mengizinkan beberapa turis mengunjungi daerah wisata Pulau Langkawi.

Kesepakatan yang dicapai oleh gugus tugas pandemi pemerintah tentang pekerja asing telah dinantikan sektor-sektor vital, seperti perkebunan kelapa sawit dan manufaktur sarung tangan karet, yang mengandalkan tenaga kerja migran.

“Pansus Penanggulangan Pandemi hari ini menyepakati usulan prosedur operasi standar masuknya tenaga kerja asing ke Malaysia, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor perkebunan,” terang Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Reuters.

Baca juga: Ismail Sabri Jadi Perdana Menteri, Raja Malaysia Harap Krisis Politik Segera Berakhir

Malaysia bergantung pada sekitar dua juta pekerja migran legal untuk memproduksi segala sesuatu mulai dari sarung tangan hingga suku cadang iPhone.

Bulan lalu, pemerintah mengatakan akan memprioritaskan kembalinya 32.000 pekerja ke sektor perkebunan untuk meredakan krisis tenaga kerja yang memukul produksi produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia itu.

Baca juga: Breaking News: Ismail Sabri Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Malaysia

Industri sarung tangan karet juga telah mengimbau pemerintah untuk mengizinkan pekerja asing kembali untuk memenuhi permintaan yang meningkat tahun ini dan tahun depan.

Mulai pertengahan November nanti, Malaysia juga akan mengizinkan turis asing mengunjungi Langkawi, pertama kalinya sejak awal pandemi.

Wisatawan harus menunjukkan hasil negatif Covid-19 dan sertifikat vaksinasi serta memiliki asuransi perjalanan sebesar USD80.000 (Rp1,1 miliar).

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini