Anggota Humas Polres Lotim Tewas Ditembak Rekannya

edy gustan, Koran SI · Senin 25 Oktober 2021 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 340 2491629 anggota-humas-polres-lotim-tewas-ditembak-rekannya-wHxjnCXoYo.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

LOMBOK TIMUR – Polres Lombok Timur heboh menyusul staf Hubungan Masyarakat (Humas) Briptu Hairul Tamimi tewas ditembak rekannya. Salah satu peluru diduga mengenai jantungnya.

Peristiwa itu terjadi di rumah korban di Griya Pesona Madani RT 25 Blok ZA Selong, Lombok Timur pada Senin (25/10/2021) sekitar pukul 12.00 Wita.

Baca juga:  Tragis! 2 Turis Wanita Tewas Tertembus Peluru dalam Baku Tembak Bandar Narkoba

Wakapolres Lombok Timur, Kompol Agung Asmara yang dikonfirmasi dari Mataram membenarkan peristiwa itu. Korban tertembak senjata organik shabara jenis P2.

Pelaku diketahui berinisial MN (36) yang merupakan anggota Polsek Wanasaba, Lombok Timur. Pelaku berpangkat Bripka sudah ditangkap dan ditahan oleh Propam Polres Lombok Timur.

“Iya benar ada peristiwa itu, masih dalam proses,” ujar Agung Asmara kepada wartawan via Whatsapp.

 Baca juga: Rumah Jurnalis di Papua Barat Terkena Peluru Nyasar

Dikatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.30 wita. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh rekannya.

Awalnya, salah satu staf Humas Polres Lombok Timur menghubungi HP korban, namun HP itu tertinggal di meja kerjanya. Selanjutnya, rekannya pun mencarinya ke rumah korban dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah.

 

Tim Inafis Polres Lombok Timur beserta sejumlah personel lainnya langsung melakukan olah TKP. Petugas menemukan dua selongsong peluru di samping jenazah korban.

Agung mengatakan belum diketahui motif penembakan tersebut. Pihaknya memeriksa lima saksi terkait peristiwa itu.

“Korban ini masih bujang. Saya belum sejauh itu, mohon maaf,” ungkapnya.

Saat ini jenazah Briptu Khaerul Tamimi berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dioutopsi. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata jenis P2, dua selongsong peluru, dan tiga unit HP masing-masing HP milik pelaku, milik keluarga pelaku, dan HP milik korban dari kediaman korban. Sekaligus memasang garis polisi di kediaman korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini