Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Rabu (27/10) bahwa pemerintah Perdana Menteri Naftali Bennett sedang "mencoba untuk menyeimbangkan antara hubungan baiknya dengan pemerintahan Biden dan berbagai kendala politik".
Bennett adalah seorang nasionalis sayap kanan yang menjabat pada Juni sebagai kepala koalisi delapan partai dari seluruh spektrum politik politik Israel.
Dia telah lama memperjuangkan hak pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan menolak gagasan pembentukan negara Palestina bersama Israel.
Perdana menteri telah mengesampingkan melanjutkan pembicaraan damai dengan Palestina dan mengatakan dia akan fokus pada inisiatif untuk meningkatkan kondisi kehidupan bagi mereka.
Minggu depan, komite perencanaan Israel dijadwalkan untuk membahas rencana 1.300 rumah baru di desa-desa Palestina di 60% Tepi Barat, yang diklasifikasikan sebagai "Area C" di bawah Kesepakatan Oslo, yang berada di bawah kendali penuh militer dan sipil Israel.
Menurut media Israel, ini akan menjadi jumlah rumah terbesar bagi warga Palestina yang disetujui oleh Israel selama lebih dari satu decade.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.