Share

PM Malaysia Luncurkan Rencana Pembangunan Pusat Vaksin

Susi Susanti, Okezone · Selasa 02 November 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 18 2495412 pm-malaysia-luncurkan-rencana-pembangunan-pusat-vaksin-7G87ftxd2K.jpg PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob (Foto: Bernama)

BANGIPerdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Senin (1/11) meluncurkan rencana pembangunan nasional dan lembaga sebagai bagian dari upaya untuk mengubah negara itu menjadi pusat produksi vaksin dan meningkatkan kepercayaan dalam penggunaan vaksin.

Dia menjelaskan tiga proyek, termasuk dua proyek vaksin Covid-19, saat ini siap dikerjakan melalui Peta Jalan Pengembangan Vaksin Nasional (PPVN).

Pada upacara peluncuran di Malaysia. Institut Genom dan Vaksin (MGVI), Sabri mengatakan penelitian dan pengembangan dan produksi vaksin memerlukan investasi besar, mereka juga memiliki potensi untuk membawa keuntungan jangka panjang dalam bentuk penghematan biaya dalam mengobati penyakit dan investasi oleh perusahaan multinasional di Malaysia.

Peta jalan dan institut tersebut akan membantu Malaysia memproduksi vaksin sendiri yang berkualitas, efektif dan aman.

Baca juga: Ismail Sabri ke Jokowi: Malaysia Harap Hubungan Bilateral Antar Negara Semakin Kuat

“Melalui implementasi PPVN dan pembentukan MGVI, dapat dihasilkan sumber daya manusia yang sangat terampil di berbagai bidang penelitian terutama yang terkait dengan perawatan kesehatan dan vaksin,” terangnya.

Dia menjelaskan hal ini akan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, membantu meningkatkan jumlah pekerja terampil dan meningkatkan standar hidup dan kesehatan masyarakat.

Roadmap pengembangan vaksin nasional akan melihat produksi dua jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institute for Medical Research menggunakan virus dan mRNA yang tidak aktif, serta vaksin kanker terapeutik untuk pengobatan kanker kepala dan leher.

 Baca juga: Ismail Sabri Resmi Dilantik Sebagai PM Baru Malaysia

Ini juga akan melihat pengembangan vaksin kolera. Menyinggung vaksin kanker terapeutik untuk pengobatan kanker kepala dan leher, Sabri mengatakan bahwa karena saat ini tidak ada fasilitas di Malaysia untuk melakukan uji klinis manusia pertama, Cancer Research Malaysia akan melakukan uji klinis dari Februari 2022 hingga Maret 2023 di Britania Raya.

“Saya yakin pembentukan MGVI dapat memberikan dampak positif bagi negara dari aspek ekonomi, sosial dan teknologi, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi karena tidak ada ketergantungan pada sumber pasokan eksternal,” ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mendorong R&D untuk menghasilkan teknologi baru dengan memastikan bahwa 50 persen dari dana penelitian pemerintah disediakan untuk pengembangan eksperimental, terutama untuk inovasi dengan potensi komersialisasi tinggi.

Melalui berbagai program yang dilaksanakan pemerintah, kata dia, diharapkan negara ini dapat menghasilkan lebih banyak ilmuwan vaksin, sehingga mendukung rencananya untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan vaksin khusus manusia, tidak hanya untuk keperluan domestik tetapi juga pasar global.

Dia juga menyatakan keyakinannya jika Malaysia dapat mengurangi ketergantungannya pada negara-negara produsen vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini