Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Angin Kencang Terjang Semarang, Belasan Rumah dan 1 Rumah Ibadah Rusak

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 10 November 2021 |22:52 WIB
Angin Kencang Terjang Semarang, Belasan Rumah dan 1 Rumah Ibadah Rusak
Rumah di Semarang rusak diterjang angin kencang. (BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 13 rumah di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, rusak setelah diterpa angin kencang, pada Rabu (10/11/2021), sekira pukul 18.00 WIB. Tak hanya rumah tinggal, satu tempat ibadah rusak akibat terpaan angin kencang tersebut.

"Hasil pendataan di lokasi terdampak menunjukkan sebanyak 13 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan. Kawasan yang terdampak fenomena ini berada di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui pesan singkatnya, Rabu (10/11/2021).

"Selain kerusakan di sektor pemukiman, angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat juga menyebabkan satu unit tempat ibadah rusak," katanya.

Diinformasikan Muhari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sudah berada di lokasi bencana untuk melakukan pendataan lebih lanjut. Di samping itu, sambungnya, petugas BPBD juga telah membawa bantuan logistik untuk keluarga yang terdampak angin kencang.

Baca Juga : Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Motor di Pamulang Tangsel

"Saat informasi diterima Pusdalops BNPB pada malam ini, cuaca di lokasi masih hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan prakiraan cuaca di kecamatan terdampak pada esok hari, masih berpeluang hujan sedang pada sore hari," ujar Muhari.

BNPB mengimbau masyarakat di daerah tersebut untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya hidrometeorologi basah. Menurutnya, potensi bencana di daerah tersebut bukan hanya angin kencang, tetapi juga banjir bandang, dan tanah longsor.

"Dalam menghadapi angin kencang, masyarakat diharapkan untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh, dan jangan berada di bawah pohon atau baliho untuk menghindari dampak robohnya pohon ataupun papan baliho," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement