KABUL - Mantan menteri keuangan Afghanistan menyalahkan “tentara hantu” dan pejabat pemerintah yang korup atas jatuhnya negara itu ke tangan Taliban setelah pasukan NATO menarik diri.
Berbicara pada Rabu (10/11/2021), Khalid Payenda, yang menjabat sebagai menteri keuangan Afghanistan segera sebelum pengambilalihan Taliban, mengklaim bahwa sekira 300.000 tentara dan petugas polisi yang terdaftar dalam daftar gaji pemerintah nyatanya tidak ada.
Gaji dari apa yang disebut dengan “tentara hantu” itu tetap tersimpan di pembukuan negara dan ditilap oleh pejabat korup.
BACA JUGA: 'Prajurit Hantu' Sulitkan Afghanistan dalam Hadapi Taliban
Menurut Payenda, “tentara hantu” ini adalah para desertir dan martir yang tidak pernah diketahui nasibnya”, dan para komandan mengambil uang gaji mereka.
Situasi ini memungkinkan Taliban untuk dengan cepat menguasai wilayah di Afghanistan, ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO menarik diri dari negara itu. Karena pembukuan palsu oleh pejabat provinsi, Payenda mengatakan bahwa angka personel keamanan Afghanistan meningkat enam kali lipat dari jumlah tentara sebenarnya.
BACA JUGA: Terungkap, Ini Pembicaraan Terakhir Biden dan Ghani Sebelum Afghanistan Dikuasai Taliban
Keprihatinan terkait hal ini sebelumnya telah disuarakan AS dalam laporan Inspektur Jenderal Khusus AS tahun 2016.
“Baik Amerika Serikat maupun sekutu Afghanistannya tidak tahu berapa banyak tentara dan polisi Afghanistan yang benar-benar ada,” kata laporan itu, sebagaimana dilansir RT.
Bersamaan dengan masalah “tentara hantu”, Payenda menyatakan bahwa para pejabat militer telah terlibat dalam apa yang disebut “double dip”, di mana mereka telah menerima gaji pemerintah dan pembayaran dari Taliban untuk menyerah tanpa perlawanan apa pun.
Meskipun demikian, Payenda membela mantan pemerintah dan presidennya, Ashraf Ghani, membantah tuduhan bahwa mereka yang berada di puncak kekuasaan “korup”, dan menyalahkan tokoh-tokoh provinsi terkait keboborokan itu.
Kemenangan cepat Taliban awal tahun ini, setelah lebih dari 20 tahun pasukan AS dan tentara NATO di negara itu, mengejutkan para pejabat di seluruh dunia, yang menyatakan keterkejutannya atas kecepatan kemajuan kelompok militan itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.