"Penting untuk memahami bahwa November 1938 merupakan titik balik dalam sejarah," kata sejarawan Raphael Gross, yang menjabat sebagai kepala Museum Yahudi di Frankfurt.
Peristiwa di bulan November 1938 itu dipicu oleh kemarahan orang-orang akibat pembunuhan diplomat Jerman Ernst vom Rath pada tanggal 7 November di Paris, yang dilakukan oleh seorang remaja Yahudi Herschel Grynszpan.
Segera setelah radio Jerman melaporkan berita tersebut, kerusuhan dengan motif anti-Yahudi menyebar di beberapa kota di Jerman. Dua hari kemudian - Hitler secara pribadi memberikan perintah.
Dari München, di mana pemimpin Nazi berkumpul untuk perayaan peringatan kudeta Hitler, Menteri Propaganda Joseph Goebbels menyampaikan pidato, ia memerintahkan penghancuran toko-toko milik warga Yahudi dan pembakaran sinagog.
Ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Berlin, Köln, Hamburg, Frankfurt, namun juga di di kota-kota kecil dan desa-desa di seluruh Jerman.
"Kurfürstendamm tampak seperti medan perang"
Banyak diplomat yang ditempatkan di Jerman melaporkan kejadian itu ke negara asal mereka. "Mereka penuh kengerian dan menyebut kata-kata seperti "budaya barbarisme,“ kata Hermann Simon. Dari Hamburg ke Innsbruck, dari Köln ke Wroclaw--Direktur Pusat Judaicum itu berhasil mengumpulkan laporan-laporan yang ditulis oleh para diplomat dari 20 negara yang kala itu ditempatkan di Jerman.
Misalnya, laporan duta besar Latvia yang menulis: "Kurfürstendamm tampak seperti medan perang."