Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menilik Sejarah: Sejumlah Aksi Brimob di Medan Pertempuran!

Tentya Noerani Dewi Richyadie , Jurnalis-Minggu, 14 November 2021 |07:03 WIB
Menilik Sejarah: Sejumlah Aksi Brimob di Medan Pertempuran!
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - 14 November diperingati sebagai hari jadi Korps Brigade Mobil (Brimob). Pada Tahun 2021 ini Brimob berulang tahun yang ke-76.

Dalam pelaksanaanya, Brimob bertugas dalam menangani kejahatan dan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi seperti, huru-hara atau unjuk rasa yang anarkis, terorisme, gangguan kelompok separatis dan kejahatan terorganisir bersenjata api.

Selain itu, Brimob dibekali kemampuan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam tugas-tugas kemanusiaan untuk membantu dan mengevakuasi korban bencana.

Dalam mengemban tugasnya, Brimob bergelut di palagan pertempuran, berikut peristiwa yang pernah terjadi saat Brimob berara di palagan pertempuran :

1. Perebutan di Irian Barat

Korps Brimob Polri mempesiapkan sejumlah Resimen Tim Pertempuran (RTP) di pulau-pulau di Provinsi Keliruku yang dekat dengan Irian Barat sebagai respon dari perintah Presiden Soekarno untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

Perintah Bung Karno itu dsebut sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora). Dalam menjalankan operasi ini Korps Brimob bergabung dalam Komando Mandala pimpinan Mayjen Soeharto.

Sala satu tim Brimob pimpinan Hudaya Sumarya berhasil mendarat di Fak-Fak Irian Barat dengan memanfaatkan sebuah Speedboat. Dari Fak-Fak pasukan ini memaksa masuk ke pedalaman Irian Barat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih.

Pada masa olah Yudha sebelum pendaratan di Papua, Brimob sempat dimasukkan kedalam daftar unit untuk operasi Naga, namun di batalkan karena terbatasnya kualitas Parasut yang dimiliki anggota Brimob pada saat itu.

Operasi Naga habis dilakukan oleh RPKAD dibawah komando Jend (purn) Benny Moerdani yang berhasil mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.

2. Pembebasan Timor Timur

Peristiwa pembebasan Timor Timur pada 1975 Brimob membentuk satu Detasemen Khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabung dengan pasukan ABRI lainnya.

Detesemen khusus ini bernama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alap terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor). Resimen Pelopor yaitu kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger.

Resimen ini dihentikan tahun 1974 setelah turut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di selangnya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia.

3. Pertempuran 10 November

Moehammad Jasin adalah pemimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) yang saat ini dikenal dengan mama Brigadir Mobile (Brimob). Jasin memiliki peran penting dalam pertempuran 10 November.

PRI pada masa awal kemerdekaan menjadi satu-satunya kekuatan tempur tinggi yang belum dilucuti Jepang. Jasin bersama pasukannya menghadapi pasukan sekutu yang mendarat di Tanjung Perak Surabaya.

Dalam insiden di Hotel Yamato serta pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jasin mendorong pasukannya yang tergabung dalam PRI melancarkan serangan dengan taktik perang gerilya. M. Jasin dan Pasukan-Pasukan Polisi Istimewa mendahului yang lain muncul di medan juang Surabaya tahun 1945. Atas perjuangannya itu, hingga saat ini M. Jasin  dikenal sebagai bapak Brimob Polri.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement