Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Gunung Berapi Mematikan di Dunia yang Bisa Meratakan AS

Vanessa Nathania , Jurnalis-Selasa, 23 November 2021 |16:30 WIB
Misteri Gunung Berapi Mematikan di Dunia yang Bisa Meratakan AS
Letusan gunung berapi bisa meratakan AS (Foto: Handout)
A
A
A

NEW YORK - Sebuah gunung berapi super mematikan yang tersembunyi tujuh mil di bawah permukaan laut dapat menciptakan zona bencana yang 10 juta kali lebih besar dari ledakan Ground Zero 9/11 jika meletus.

Film dokumenter Channel 5 baru-baru ini mengungkapkan gunung berapi super mematikan tersembunyi tujuh mil di bawah Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat (AS) memiliki ancaman mengerikan yang dapat ditimbulkan bagi umat manusia.

Gunung berapi ini memiliki potensi kekuatan 1.000 bom atom Hiroshima dan dapat menciptakan zona bencana yang 10 juta kali lebih besar dari Ground Zero 9/11.

Para ahli khawatir letusan super dapat mengakibatkan bencana alam terbesar dalam sejarah modern dan akan terlihat seperti "neraka di bumi".

Baca juga: Gunung Berapi Muntahkan Gas Beracun, Penduduk Pulau Italia Dievakuasi Tiap Malam

Menurut tulisan James Moore, ada 15 fakta eksplosif terkait letusan dan dampak dari gunung berapi mematikan Yellowstone. Pertama, ada 500 gunung berapi aktif di seluruh planet ini dan Yellowstone adalah salah satu yang terbesar. Kaldera, sebuah bentuk pemandangan meliuk yang ditinggalkan oleh letusan terakhirnya pada 640.000 tahun yang lalu, berukuran 45 mil kali 35 mil.

Letusan pertama dari tiga letusan super besar dari gunung berapi Yellowstone terjadi 2,1 juta tahun yang lalu - meliputi hampir 6.000 mil persegi dengan abu.

 Baca juga: Gunung Aso Meletus dan Semburkan Abu Vulkanis, Jepang Naikkan Tingkat Siaga

Ada 10.000 fitur geotermal di Yellowstone termasuk mata air panas berwarna-warni dan geyser Old Faithful yang terkenal, yang memuntahkan 8.000 galon air.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement