Gunung Berapi Muntahkan Gas Beracun, Penduduk Pulau Italia Dievakuasi Tiap Malam

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 23 November 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506237 gunung-berapi-muntahkan-gas-beracun-penduduk-pulau-italia-dievakuasi-tiap-malam-i7Kxz1Ht0I.jpg Pulau Vulcano di Italia. (Foto: wearepalermo.com)

ROMA - Ratusan penduduk sebuah pulau di Italia telah diberitahu untuk mengungsi dari rumah mereka setiap malam selama bulan depan. Langkah ini diumumkan karena kekhawatiran tentang potensi gas mematikan yang dimuntahkan dari kawah Gunung Berapi La Fossa.

Di bawah tindakan, yang mulai berlaku mulai Senin (21/11/2021), orang-orang harus mengosongkan rumah mereka antara pukul 11 malam hingga 6 pagi waktu setempat karena risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi di dekatnya. Walikota Marco Giorgianni juga telah melarang turis dari pulau itu sebagai tindakan pencegahan keamanan.

BACA JUGA: Gunung Aso Meletus dan Semburkan Abu Vulkanis, Jepang Naikkan Tingkat Siaga

Giorgianni menjelaskan bahwa langkah-langkah itu perlu dilakukan karena kondisi tidak sadar saat tidur membuat orang-orang tidak mungkin mendeteksi risiko gas beracun, demikian diwartakan RT.

Pulau Vulcano, yang merupakan bagian dari Kepulauan Aeolian, juga akan melarang pariwisata apa pun untuk bulan depan. Langkah itu dilakukan sebulan setelah badan perlindungan sipil memperbarui tingkat siaga menjadi "signifikan", dan hanya beberapa hari setelah Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia memperingatkan tingkat karbon dioksida yang "sangat tinggi" di kawah gunung berapi.

Pejabat di pulau itu juga menyatakan keadaan krisis di samping memberlakukan tindakan perlindungan jika ada peningkatan aktivitas gunung berapi atau gas yang dipancarkan ke atmosfer.

BACA JUGA: Awan Belerang Letusan Gunung Berapi Spanyol Picu Hujan Asam di Prancis

Gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi membuat kadar oksigen di pulau itu bisa turun, berpotensi menyebabkan kesulitan bernapas yang mematikan.

Tingkat karbon dioksida dilaporkan telah meningkat dari tingkat normal 80 ton menjadi sekitar 480 ton, menurut ahli vulkanologi yang dikutip oleh ANSA. Pulau Vulcano, yang namanya merupakan kombinasi dari 'gunung berapi' dan 'Vulcan', dewa api Romawi, telah sering mengalami letusan sepanjang sejarah, terakhir dari 1888 hingga 1890.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini