Longsor di Aceh, 1 Orang Tertimbun Masih dalam Pencarian

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 November 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 340 2505911 longsor-di-aceh-1-orang-tertimbun-masih-dalam-pencarian-Q445HPcxTk.jpg Longsor di Gayo Lues, Aceh (Foto: BNPB)

JAKARTA – Satu warga tertimbun material longsor di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hingga saat ini, pencarian terhadap korban yang diperkirakan berusia 60 tahun itu masih dilakukan.

Informasi ini berdasarkan perkembangan terkini dari BPBD Kabupaten Gayo Lues pada hari ini, Selasa (23/11/2021), pukul 05.26 WIB.

Baca Juga:  Siklon Tropis Paddy, BMKG: Waspadai Banjir dan Gelombang Laut Tinggi

Peristiwa tanah longsor terjadi pada Senin malam, 22 November 2021 pukul 11.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues menyebutkan material longsor yang terjadi di wilayah lintas, antara Kecamatan Rikit Gaib dan Pantan Cuaca.

"Insiden ini menyebakan dua warga terdampak material longsoran. Satu warga di antaranya telah dievakuasi tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis.

Upaya pencarian sejak peristiwa ini terjadi dilakukan tim gabungan dari personel BPBD, TNI, Polri dan warga setempat. Tanah longsor berlangsung setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues pada Senin malam sehingga situasi ini menyebabkan longsor sekitar pukul 22.00 WIB.

Pascalongsor pencarian korban terkendala cuaca hujan deras dan kondisi malam hari. Petugas di lapangan berhati-hati dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan memperhatikan potensi longsor susulan.

Baca Juga:  Tebing di Sukabumi Longsor Timpa Pesantren, 1 Santri Tewas

Sementara itu, pantauan prakiraan cuaca BMKG pada hari ini hingga esok, wilayah dua kecamatan yaitu Rikit Gaib dan Pantan Cuaca masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan.

Menyikapi potensi hujan di kawasan tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

"Warga dan komunitas dapat menyiapkan rencana kesiapsiagaan maupun menjalin komunikasi antar desa untuk memantau kondisi dan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini