Kondisi Mahasiswi UNRI Korban Pelecehan Dosen Mulai Membaik

Antara, · Rabu 24 November 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506445 kondisi-mahasiswi-unri-korban-pelecehan-dosen-mulai-membaik-MjyOTfMwIK.jpg Illustrasi (foto: freepick)

PEKANBARU - Tim Pencari Fakta menyebut kondisi psikologis mahasiswi Universitas Riau (Unri) Pekanbaru, diduga korban pelecehan oleh oknum dosen mulai membaik mengingat kasusnya telah ditangani oleh pihak kepolisian.

Juru Bicara Tim Pencari Fakta (TPF) kasus tersebut, Sujianto menjelaskan tim bersama Dirjen Pendidikan Tinggi juga telah datang ke rumah korban dan pada saat awal-awal kejadian atau di mula November 2021.

"Saat itu korban terlihat syok. Bahkan korban meminta jangan ada laki-laki yang datang ke rumahnya. Namun selanjutnya ketika ditemui di tempat korban bekerja, korban terlihat sudah mulai pulih," sebut Sujianto yang juga seorang Wakil Rektor ini.

Baca juga:  Pelecehan Seksual di Kampus Unri saat Bimbingan Skripsi, Ini Beragam Komentar Mahasiswa

Hingga saat ini, korban dengan dosen pendampingnya selalu berkomunikasi terkait perkembangan pemulihan psikologi yang dialami.

"Alhamdulillah tadi pagi korban juga berkomunikasi. Artinya ada proses perkembangan. Tentunya kita berharap kondisinya sampai hari ini terus membaik. Tapi kalau jumpa laki-laki agak sulit," jelasnya.

Baca juga:  Ngaku Diciumi Paksa Dekan Saat Diskusi Skripsi, Mahasiswi Lapor Polisi

Sujianto juga mengatakan proses bimbingan skripsi korban tetap dijalankan supaya pendidikan korban segera selesai.

"Kita mengharapkan tidak ada mahasiswa kita yang terganggu dengan kondisi ini," ucapnya.

Sujianto menambahkan, untuk mahasiswa bimbingan oknum dosen tersangka pelaku pelecehan dapat mengajukan perubahan pembimbing kepada Ketua Jurusan. Pengajuan perubahan ini bertujuan agar proses penyelesaian skripsi para mahasiswa tidak terhambat.

"Terkait ini, TPF sudah datang ke FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan bertemu dengan pembantu-pembantu Dekan. Diharapkan proses pembimbingan dan pengajaran tidak boleh terhenti," tutupnya.

Saat ini polisi telah menetapkan SH yang juga seorang Dekan FISIP Universitas Riau sebagai tersangka pelecehan terhadap mahasiswinya yang terjadi pada akhir Oktober lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini