Banjir Rendam 10 Kelurahan di Kota Tanjungbalai

Tim Okezone, Okezone · Rabu 24 November 2021 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506633 banjir-rendam-10-kelurahan-di-kota-tanjungbalai-TGxGZf7aPd.jpg Banjir Tanjungbalai (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir merendam sepuluh kelurahan di Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu 20 November 2021. Banjir terjadi akibat meluapnya hulu Sungai Asahan, Sungai Bandar Jaksa, dan Sungai Bandar Jepang.

"Banjir terjadi setelah hujan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:  Banjir di Kapuas Hulu Kalbar Semakin Meninggi

Abdul Muhari menambahkan, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungbalai, sebanyak 50 unit rumah warga terdampak dengan ketinggian muka air saat kejadian berkisar antara 10 - 20 sentimeter.

Adapun sepuluh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pulau Simardan, Kelurahan Bunga Tanjung, Kelurahan Semula Jadi, Kelurahan Selat Lancang, Kelurahan Selat Tanjung Medan di Kecamatan Datuk Bandar Timur.

Selanjutnya di Kelurahan Sijambi, Kelurahan Pahang, Kelurahan Gading, Kelurahan Pantai Johor, dan Kelurahan Sirantau di Kecamatan Datuk Bandar. "Tidak ada laporan warga mengungsi akibat banjir tersebut," tuturnya.

Baca Juga:  Pekan Keempat, Ketinggian Banjir di Kabupaten Pulang Pisau Menurun

Pasca kejadian, BPBD Kota Tanjungbalai telah melakukan pemantauan situasi luapan air di beberapa sungai yang ada di kawasan tersebut. Langkah tersebut diambil untuk mempersiapkan apabila ada kemungkin banjir susulan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakuman penanganan darurat. Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per hari Rabu 24 November, air masih menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Datuk Bandar.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kota Tanjungbalai berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang hingga 3 hari ke depan. Menyikapi hal tersebut, Kepala BNPB meminta kepada pemerintah daerah khusunya BPBD untuk mempersiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan jangka pendek juga jangka panjang. Untuk jangka pendek, Kepala BNPB meminta pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

Sementara untuk mitigasi jangka panjang, warga dan pemerintah setempat diminta untuk bisa menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini