Terdampak Pergerakan Tanah, 4 Warga Kotabaru Ditemukan Tewas

Tim Okezone, Okezone · Selasa 30 November 2021 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 340 2509922 terdampak-pergerakan-tanah-4-warga-kotabaru-ditemukan-tewas-WAtDt5iUcQ.jpg Tim gabungan bergerak ke lokasi pergerakan tanah di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Foto: BNPB)

JAKARTA - Fenomena pergerakan tanah menyebabkan empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan meninggal dunia. Fenomena tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Senin 29 November 2021.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kalimantan Selatan mendata per Selasa (30/11/2021) pukul 19.15 WIB, sebanyak 125 warga terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Maradapan, setelah 32 rumah yang mereka tinggali mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah.

"Sebagai upaya percepatan penanganan pergerakan tanah, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, Tagana, lintas instansi terkait, media dan relawan telah berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan kapal milik TNI AL dari Lanal Kotabaru," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Baca Juga:  Pergerakan Tanah Membuat Ratusan Warga Mengungsi dari Rumah

Pada operasi itu, kata Abdul Muhari, tim gabungan juga membawa bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan untuk kaji cepat, pendataan, evakuasi dan penanganan lebih lanjut. Adapun dalam upaya penanganan itu terdapat kendala yakni terbatasnya sinyal telekomunikasi dan akses untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui transportasi air dengan memakan waktu kurang lebih 7 sampai 13 jam.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi di lokasi tersebut masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.

"Di samping itu, informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG menyebut bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya," pungkasnya.

Baca Juga:  Banyak Korban Bencana Pergerakan Tanah di Purwakarta Alami Depresi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini