NEW YORK – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) akan mengembangkan rencana perang operasional baru untuk mengatasi ancaman dari Korea Utara (Korut).
Hal ini diungkapkan pejabat senior pertahanan pada Selasa (30/11), ketika Pentagon mengalihkan fokusnya ke kawasan Indo-Pasifik menyusul tinjauan postur kekuatan global yang baru saja selesai.
Berbicara kepada wartawan di atas penerbangan Menteri Pertahanan Lloyd Austin ke Kosel, pejabat senior pertahanan mengatakan bahwa Austin dan Menteri Pertahanan Suh Wook akan mengumumkan panduan perencanaan strategis baru untuk mulai mengembangkan rencana perang operasional baru.
Keduanya bertemu pada Rabu (1/12) dan dijadwalkan bertemu lagi pada Kamis (2/12) sebagai bagian dari Pertemuan Konsultatif Keamanan AS-Republik Korea ke-53.
Baca juga: Menlu Taiwan: Jika China Luncurkan Perang, Kami Akan Berjuang Sampai Akhir
"Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata seorang pejabat. “Lingkungan strategis telah berubah selama beberapa tahun terakhir dan sudah sepantasnya dan perlu kita memiliki [rencana perang operasional] yang diperbarui dan tetap selaras dengan lingkungan strategis. Jadi pedoman perencanaan strategis yang akan diumumkan menteri dan sekretaris akan menjadi langkah maju yang penting dalam hal itu,” lanjutnya.
Para pejabat mencatat ada empat uji peluncuran rudal Korea Utara yang terpisah sejak awal September lalu. Termasuk rudal jelajah, rudal balistik jarak pendek, yang diklaim Pyongyang sebagai senjata hipersonik dan, yang terbaru, uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam.
Baca juga: Kembali Memanas, AS Mengaku Siap Berunding Kembali dengan Korut
Seorang pejabat kedua menyebut pengembangan rencana perang operasional baru sebagai "evolusi alami dari keadaan yang berubah" dan bukan tanggapan langsung terhadap satu peristiwa yang berkaitan.