Acara Jalan Sehat Langgar Prokes, Dua Warga Lampung Ditahan Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 03 Desember 2021 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 340 2511423 acara-jalan-sehat-langgar-prokes-dua-warga-lampung-ditahan-polisi-ZzOmwEtqmn.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak dua warga Bandar Lampung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Pelanggaran Prokes itu pada acara jalan sehat dan menciptakan kerumunan pada saat Bandar Lampung melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Direskrimum Polda Lampung, AKBP Reynold Elisa Hutagalung mengatakan, peristiwa kerumunan terjadi pada 10 Agustus 2021. Di mana, lanjut dia, saat itu wilayah Bandar Lampung masih berlangsung PPKM Level 4 dan acara tanpa penerapan prokes dalam pencegahan Covid-19.

"Penanganan perkara tindak pidana penghasutan baik lisan maupun tertulis dan mengakibatkan terjadinya jalan sehat yang menimbulkan kerumunan oleh warga khilafatul muslimin," kata Reynold, kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Ia menyebutkan, jalan sehat itu diikuti oleh 150 orang dengan menggunakan seragam warga khilafatul muslimin dengan rute Bandar Lampung.

Baca juga: Bandar Lampung Tutup Semua Tempat Wisata Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Dalam pelaksanaan jalan sehat tersebut, tidak ada mengajukan permohonan izin baik lisan maupun tertulis kepada Satgas Covid Kota Bandar Lampung maupun Satgas Covid-19 Propinsi Lampung.

"Sehingga, menimbulkan kerumunan tanpa penerapan protokol kesehatan pada saat PPKM Level 4," ujarnya.

Baca juga: Tali Lift Putus, 9 Pekerja Terjatuh dari Lantai 21 Mega Mall Lampung Bay City

Setelah melakukan gelar perkara penetapan tersangka pada 4 oktober 2021, C aias AB ditetapkan menjadi tersangka dengan sangkaan Pasal 160 KUHP dan atau pasal 216 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) Undang-undang no 04 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 93 JO pasal 9 ayat (1) UU nomor 06 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Kemudian, AQB ditetapkan menjadi tersangka dengan sangkaan pasal 160 KUHP subsider 160 KUHP JO 55 KUHP JO pasal 56 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) UU nomr 04 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 93 jo pasal 9 ayat (1) UU nomor 06 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

"Dilakukan penahanan, dengan alasan untuk mempercepat penyidikan dan melengkapi berkas perkara serta agar tersangka tidak mengulangi perbuatan nya lagi," tutupnya.

Baca juga: Satgas Covid-19: Guru Tanamkan Pemahaman Pentingnya Jaga Prokes

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini