Putri korban pun akhirnya memasang kamera CCTV yang merekam kekerasan itu.
Anak perempuan korban membuat laporan polisi pada 21 Agustus 2020. Ia membawa korban ke rumah sakit keesokan harinya, dengan luka memar di dahi, pipi, paha, dan dada bagian atas.
Aye Aye Naing mengatakan dia tidak memiliki masalah dengan majikannya, yang memberinya makanan yang cukup dan tempat yang layak untuk tidur. Menurut pengadilan, korban juga memperlakukannya dengan sangat baik dan baik padanya,
Namun pembantu itu mengaku stres dan frustrasi karena putri korban memarahinya karena tidak melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Dia kemudian melampiaskan kemarahannya pada korban dengan memperlakukannya secara kasar dan menyakitinya.