Share

Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru Ditetapkan Selama 30 Hari

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 06 Desember 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 340 2512407 status-tanggap-darurat-erupsi-gunung-semeru-ditetapkan-selama-30-hari-O8pOuSQzE5.jpg Gunung Semeru Meletus (Foto : MPI/Istimewa)

JAKARTA - Bupati Kabupaten Lumajang Thoriqul Haq menetapkan status Tanggap Darurat Bencana dampak erupsi Gunung Semeru selama 30 hari terhitung 4 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021.

Selain itu, Bupati Lumajang juga menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu 5 Desember, jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Semeru sebanyak 14 orang. BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang terkait pemutakhiran data dampak erupsi.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari dalam keterangan secara virtual kemarin.

โ€œKorban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan, yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro,โ€ jelasnya dikutip dari keterangan resminya, Senin (6/12/2021).

Baca Juga :ย Erupsi Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Sebut Early Warning System Sudah Jalan

Untuk korban luka lainnya sejumlah 21 orang, sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu lalu.

Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini