Share

Tolong Pak Polisi! Ibu Muda Korban Pemerkosaan di Rohul Diteror dan Diancam Dibunuh

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 340 2513359 tolong-pak-polisi-ibu-muda-korban-pemerkosaan-di-rohul-diteror-dan-diancam-dibunuh-kkJwI9iKLN.jpg Korban pemerkosaan di Rohul dapat teror dari orang tak bertanggung jawab. (Foto: Banda H)

PEKANBARU - Z, ibu muda korban pemerkosaan asal Kabupaten Rohul juga mendapat teror dari orang tak bertanggung jawab. Rumah korban di daerah Mahato, Kecamatan Tambusai Utara sering didatangi orang tidak dikenal.

Kepada MNC Portal, Z mengaku rumahnya beberapa kali didatangi pada malam hari. Hal itu terjadi setelah satu pelaku perkosaan, Andika diserahkan warga ke Polsek Tambusai Utara.

"Saya sering ketakutan asal malam. Ada yang bisik-bisik di depan jendela rumah. Saya takut keluar rumah apalagi saat suami tidak ada. Saya terus diteror dan minta perlindungan," ucap Z di Pekanbaru, Riau, Selasa (7/12/2021).

Pada suatu malam juga ada orang yang berusaha mencongkel jendelanya. Namun pelaku tidak berhasil masuk rumah.

"Ada lagi beberapa orang mengitari rumah saya dengan menggunakan sepeda motor. Saya dengar mereka bilang ‘habisi saja semua’," ucap wanita berusia 19 tahun itu.

Baca juga: Diperkosa Berkali-kali Tak Lapor Polisi, Korban Takut Keluarganya Dibunuh hingga Diceraikan Suami

Z sendiri menyatakan bahwa pelaku perkosaan itu ada empat orang yakni Andika, Ateng, Mul dan Jul. Mereka memperkosa di lokasi yang berbeda yakni di rumah korban, perkebunan, kantor OKP dan hotel.

"Mereka membawa senjata tajam saat memperkosa saya. Mereka juga mencekoki saya dengan narkoba," ucapnya berurai air mata.

Sementara Sur, suami korban mengatakan sudah melaporkan kasus teror itu ke polisi."Kami terus diteror. Saya sendiri tidak takut demi membela keluarga saya. Saya siap mati," imbuh Sur.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Z disekap dan diperkosa oleh komplotan bandit. Wanita berinisial Z itu bahkan kehilangan bayi perempuannya yang baru berusia 3 bulan yang tewas di tangan salah seorang pelaku

Kuasa hukum korban, Pinardo Hutagalung mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada September 2021. Saat itu korban yang berusia 19 tahun sedang berada di rumah bersama dua anaknya, yang masih berusia 3 tahun dan 3 bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini