Share

Gunung Awu Disebut Paling "Mematikan" Keempat di Indonesia

Subhan Sabu, Okezone · Minggu 12 Desember 2021 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 340 2515963 gunung-awu-disebut-paling-mematikan-keempat-di-indonesia-i0XfKsdMw5.jpg Gunung Awu (MPI)

SANGIHE - Gunung Awu disebut gunung yang paling mematikan keempat di Indonesia. Hal tersebut lantaran Gunung Awu memiliki potensi erupsi dengan eksplosivitas tinggi serta secara historis termasuk gunung api yang paling banyak mengakibatkan korban jiwa.

Di antara gunung api lainnya di Sulawesi Utara dan paling mematikan keempat di Indonesia dengan korban total setidaknya 5301 jiwa. Gunung Awu memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 101 tahun.

Gunung dengan ketinggian 1320 mdpl ini berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan catatan sejarah gunung ini termasuk gunung api yang mempunyai masa istirahat yang panjang. Tetapi setiap letusannya selalu tergolong besar.

Dikutip dari vsi.esdm.go.id, berdasarkan catatan sejarah yang diketahui, dari tahun 1640 sampai dengan 1966 telah terjadi 5 kali erupsi yang menelan korban serta kerugian yang cukup besar. Tahun 1711 erupsi mengakibatkan daerah antara Tabuhan dan Tahuna hancur. Sekira 3.000 orang, 2.030 orang di Kendhar, di antaranya raja Syamsialam, 70 orang di Koloza dan 408 orang di Tahuna menjadi korban.

Tahun 1812 terjadi erupsi besar dan akibat serupa dengan yang terjadi pada tahun 1711. Pohon kelapa hancur di seluruh pantai. 2.806 jiwa penduduk Tabuhan, Khendar dan Kolengan menjadi korban. Erupsi disertai awan panas, lahar erupsi dan lahar hujan. Kampung Trijang, pondok Pembalarian, Labakassin, Patung dan Hilang sama sekali hancur.

Tahun 1892 terjadi erupsi besar Hampir semua kampung sebelah pantai utara hancur. Kampung yang paling parah adalah yang terletak antara Sawang dan Tabuka. Jumlah korban semuanya 1.532 orang, antara lain dari daerah Mala, Akembuala, Anggis, Mitung, Kolengan, Metih, Khendar dan Trijang. Selain awan panas, lahar juga mengakibatkan banyak korban berjatuhan di Gereja Sawang dan Kalasugi.

Pada 1966 pukul 08.20 tiba-tiba kelihatan asap tebal membubung naik dari kawah Gunung Awu, kemudian berekspansi jauh ke udara menyerupai awan ledakan sebuah bom atom. Kepulan asap tebal ini segera disusul suara gemuruh yang kemudian berhenti beberapa saat.

Kira-kira satu jam kemudian terdengar suara ledakan yang lebih kuat, segera disusul asap tebal dan abu yang menutupi seluruh daerah puncak. Peristiwa ini berlangsung sampai dengan pukul 13.30.

Baca Juga : Warning! Aktivitas Gunung Awu Semakin Meningkat, Masyarakat Diminta Menghindar

Akibat erupsi, daerah yang dilanda awan panas meliputi daerah lingkaran keliling kawah Gunung Awu dengan jari-jari maksimum 5 km dari kawah, dan di beberapa lembah sungai sampai tepi laut sejauh 7 km. Daerah tersebut musnah sama sekali dan tertimbun endapan awan panas.

Daerah yang dilanda lahar erupsi. Meliputi daerah sungai yang berhulu di daerah puncak. Daerah yang tertutup bahan lepas. Terutama di sekitar Kendhar yang punah sama sekali, dan daerah lainnya. Korban 39 orang, terdiri dari 2 orang petugas gunungapi, 13 orang di Kendhar , 1 orang di Sawang, 5 orang di Baku, dan 18 orang di Mala.

Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menghasilkan kolom erupsi setinggi 2 km di atas puncak dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter.

Dari catatan perubahan tingkat aktivitas Gunung Awu, Pada 24 November 2015 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Pada 12 Mei 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). 14 Juni 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada). Pada 31 Oktober 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sendiri baru saja menaikkan status Gunung Awu ke level II waspada. Hal tersebut berdasarkan pengamatan visual periode 1 Desember 2021 hingga 10 Desember 2021 terhadap gunung yang terletak pada posisi koordinat 3.682846° LU dan 125.45598° BT Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya maka terhitung mulai 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA, status tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada)," kata Subkoordinator Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Minggu (12/12/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini