Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Fakta Mencengangkan Saddam Hussein, Terima Penghargaan hingga Tulis Novel Romantis

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 14 Desember 2021 |17:35 WIB
6 Fakta Mencengangkan Saddam Hussein, Terima Penghargaan hingga Tulis Novel Romantis
Saddam Hussein (Foto: Reuters)
A
A
A

IRAK - Saddam Hussein dikenal publik sebagai pemimpin Irak yang memerintah secara diktator. Ia merupakan Presiden kelima Irak selama 24 tahun, mulai tahun 1979 hingga akhirnya berhasil digulingkan oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2003.

Dilahirkan dari lingkungan yang keras membuat Saddam tumbuh menjadi pribadi yang juga berwatak keras. Ia terbiasa membawa senjata saat keluar rumah karena lingkungannya marak dengan kejahatan. Sejak usianya menginjak 16 tahun, Saddam telah bergabung dengan komplotan preman dan sering ikut terlibat dalam berbagai tindak kejahatan yang dilakukan kelompoknya. Bahkan ia sempat membunuh salah seorang musuh pamannya. Di usia 19, ia bergabung dengan Partai Sosialis Ba'ath dan berencana untuk menumbangkan sistem pemerintahan monarki yang berkuasa saat itu.

Baca juga:  Saddam Hussein Memohon Jangan Ditembak saat Diseret Keluar dari Lubang

Dalam perjalanan hidupnya, terdapat beberapa fakta mencengangkan yang diolah dari berbagai sumber:

1. Terima Penghargaan UNESCO

Selama menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Ba'ath dari tahun 1968 hingga 1979, Saddam Hussein telah meningkatkan taraf hidup rakyat Irak. Hal ini dilakukannya dengan membangun program literasi nasional, membangun infrastruktur, hingga meningkatkan sistem kesehatan masyarakat. Pengaruhnya inilah yang membuat Saddam Hussein diberikan penghargaan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) atas jasanya memberantas buta huruf di negaranya.

 Baca juga: Detik-Detik Saddam Hussein Ditangkap, Tentara AS Presiden Bush Kirim Salam

2. Tulis Menulis Novel Romansa

Zabiba and The King merupakan novel romansa yang ditulis oleh Saddam Hussein. Meskipun awalnya dipublikasikan tanpa nama penulis, hampir semua orang tahu mengenai novel ini sejak sebuah surat kabar asal Irak melaporkan penulis di balik buku roman ini. Sontak, novel tersebut ludes di pasaran. Cerita dalam novel ini kemudian diangkat menjadi pertunjukan musik yang spektakuler.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement