JAKARTA - Lokasi pusat gempa bumi yang mengguncang Laut Flores, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan M7,4 kemarin ternyata pernah memicu terjadi tsunami pada 1992. Kala itu, di lokasi tersebut terjadi gempa M6,8.
Demikian diungkap Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,4 di NTT, Warga Selamatkan Diri dengan Rambut Masih Di-smoothing
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut Flores pada koordinat 7,59°LS dan 122,24°BT dengan magnitudo (M7,4) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 115 km utara Kota Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka), Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,603 LS dan 122,200° BT dengan magnitudo (M7,3) pada kedalaman 18,50 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 122,26° BT dan 7,61° LS, dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 12 km.
“Lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Flores. Daerah yang berdekatan dengan lokasi pusat gempa bumi adalah pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan,” dikutip pada laman resmi PVMBG, Rabu (15/12/2021).
Baca Juga: Update Gempa M,7,4: 230 Rumah dan Tempat Ibadah Rusak Berat di Kepulauan Selayar
PVMBG menyebut pulau-pulau tersebut merupakan dataran yang berbatasan dengan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Pulau-pulau tersebut tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batu gamping, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan batugamping koral.