Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3.000 Tentara Mengungsi dari Pangkalan Militer Usai Bahan Bakar Jet Cemari Air Minum

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 18 Desember 2021 |11:04 WIB
3.000 Tentara Mengungsi dari Pangkalan Militer Usai Bahan Bakar Jet Cemari Air Minum
Angkatan Laut AS sedang memperbaiki air yang terkontaminasi bahan bakar jet di pangkalan militer AS (Foto: AP)
A
A
A

HAWAII - Lebih dari 3.000 anggota militer Amerika Serikat (AS) dan keluarga mereka di pangkalan militer di Hawaii telah dipindahkan karena masalah air yang terkontaminasi tangki bahan bakar era Perang Dunia II di atas akuifer.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan semua anggota militer dan keluarga sudah mengungsi minggu ini. Pemindahan itu mengikuti pejabat pemerintah yang menyerukan agar tangki bahan bakar ditutup setelah minyak bumi terdeteksi dalam sampel air dari ladang tangki bahan bakar Red Hill awal bulan ini.

Austin mengatakan anggota militer dan keluarga mengungsi ke hotel dan ribuan orang telah dievaluasi oleh staf medis.

Baca juga:  Militer AS: Serangan Bom di Bandara Kabul Dilakukan 1 Orang Pembom Bunuh Diri

“Harapan saya adalah para pemimpin militer di Hawaii akan terus melakukan segala yang mereka bisa – secepat mungkin – untuk mengembalikan penduduk dengan selamat kembali ke rumah mereka dan untuk mengomunikasikan dengan jelas dan sering langkah-langkah yang mereka ambil untuk melakukannya,” terang Austin sebelumnya. minggu ini.

Diketahui, akuifer yang berada di atas tangki bahan bakar memasok sekitar 20% air minum perkotaan Honolulu. Menurut Departemen Kesehatan Hawaii, tingkat minyak bumi adalah 350 kali lipat dari apa yang dianggap aman dalam air minum, dan "organik kisaran bensin" 66 kali tingkat aman.

 Baca juga: 7 dari 10 Rumah Tangga Indonesia Minum Air Terkontaminasi Bakteri, Apa Dampaknya?

Gubernur Hawaii David Ige memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menghentikan operasi di fasilitas tersebut, dan mengambil langkah untuk memasang sistem pengolahan air minum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement