Seperti diketahui, gempabumi dengan magnitudo 5,1 mengguncang Jember, Jawa Timur pada Kamis (16/12/2021) pukul 06.01.33 WIB. Guncangan gempa dilaporkan terasa di Bondowoso, Banyuwangi, hingga Denpasar.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya terdapat 46 unit rumah yang mengalami kerusakan, 34 mengalami kerusakan ringan, 11 mengalami kerusakan sedang, dan 1 mengalami kerusakan berat. Sementara 5 unit fasilitas umum, berupa 4 sekolah dan 1 gedung terdampak gempabumi tersebut.
Rahmat menyampaikan, Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami. Berdasarkan catatan sejarah, sedikitnya Kabupaten Jember telah diguncang gempa merusak lebih dari enam kali sejak 1896.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jember, 31 Rumah dan 1 Ponpes Rusak
Letak Kabupaten Jember sendiri, kata dia, berdekatan dengan sumber gempa potensial, yaitu subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Timur (zona megathrust). Selain itu, wilayah Jember juga berdekatan dengan sumber-sumber gempa sesar aktif, baik yang ada di daratan maupun di dasar laut.
Atas fakta tersebut,kata Rahmat, maka BMKG merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk melakukan audit kelayakan konstruksi bangunan dan infrastruktur, penyiapan jalur dan sarana prasarana evakuasi yang layak dan memadai.
Baca juga: Gempa M5 Guncang Jember, Belasan Rumah dan Pesantren Rusak
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah dua kali menjelaskan di Gedung Negara Grahadi bahwa ada titik-titik tertentu yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi gempa diikuti tsunami.