Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

1 Korban Kecelakaan di Nagreg Diduga Kuat Masih Hidup saat Dibuang ke Sungai

Ahmad Antoni , Jurnalis-Kamis, 23 Desember 2021 |16:51 WIB
1 Korban Kecelakaan di Nagreg Diduga Kuat Masih Hidup saat Dibuang ke Sungai
Kecelakaan di Nagreg Bandung (foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Handi Harisaputra (18) dan Salsa atau Salsabila (14), sejoli ini menjadi korban kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 8 Desember 2021. Namun, disaat kecelakaan, keduanya dibuang oleh pelaku ke sungai. Anehnya, mayat keduanya ditemukan terpisah di Sungai Serayu, Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, pada 11 Desember 2021.

Namun fakta baru, dan mengerikan terungkap ternyata Handi (18) masih hidup saat dibuang, sedangkan pacarnya Salsa (14), sudah meninggal dunia. Hal tersebut diungkap oleh Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes dr Summy Hastry.

Baca juga:  Ciri-Ciri Penabrak Dua Sejoli di Nagreg Dikantongi, Polda Jabar Turun Tangan Buru Pelaku

Dari hasil autopsi, Handi yang mayatnya ditemukan di Banyumas, tewas karena tenggelam. Kondisi paru-parunya dipenuhi air dan pasir. Ini membuktikan korban masih hidup saat dibuang ke sungai atau kemungkinan sedang tidak sadarkan diri.

"Untuk yang pria waktu kita periksa dengan lengkap luar, dan dalam kita temukan tanda-tanda pasir atau air sungai di saluran napas sampai paru-paru. Jadi itu membuktikan waktu dia dibuang, dia masih keadaan hidup atau mungkin karena memang ketika itu tidak sadar," ujar Hastry, Kamis (23/12/2021).

Baca juga:  Foto 3 Orang Angkat Pasangan Kekasih Korban Kecelakaan di Nagreg yang Ditemukan Tewas di Kali

Namun, dr Hastry belum berani berspekulasi terkait lokasi pembuangan mayat korban. Dia menyebut kasus tersebut merupakan kewenangan penyidik dari Polda Jawa Barat. Berbeda halnya dengan korban Salsa. Remaja yang mayatnya ditemukan di Cilacap itu dipastikan sudah tewas sesaat setelah kecelakaan. Hasil pemeriksaan ditemukan luka parah di bagian kepala diduga akibat benturan keras. Hal inilah yang menyebabkan luka mematikan pada korban.

"Dari luka-luka yang kami periksa, jasad wanita waktu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di tempat kejadian (TKP). Karena luka-lukanya ada di kepala bagian belakang sampai depan itu parah dan dicek patah tulang tengkorak bawah, saya yakin tewas di tempat waktu kejadian," kata dr Hastry.

Sebelumnya, sosok penabrak Handi dan Salsabila diketahui tertangkap kamera. Kedua korban ditabrak oleh minibus berwarna hitam dan langsung tak sadarkan diri di tempat. Tiga pelaku langsung mengevakuasi Hendi dan Salsabila.

Ketiganya pun melarang warga ikut membantu menolong Hendi dan Salsabila. Namun, warga sempat memfoto ketiganya lantaran saat ingin membuntuti mobil tersebut ke rumah sakit juga dilarang oleh pelaku.

Hal itu diketahui dari keterangan paman korban Salsabila, Deden Sutisna. Menurutnya, warga berinisiatif memotret para pelaku. Saat itu, keluarga dan warga tak menyangka bahwa para pelaku membawa kabur korban dan membuang ke Sungai Serayu di Banyumas dan Cilacap. Pasalnya, para pelaku menyatakan bahwa akan membawa korban ke rumah sakit.

"Pas kecelakaan itu dilarang pas mau diikuti," ujarnya seperti dikutip dari MNC Portal Indonesia, Minggu (19/12/2021).

Sementara ayah korban Hendi Saputra, Entes Hidayatullah mengaku sakit hati kepada para pelaku yang tega menabrak lalu membuang korbannya tersebut. Dia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.

"Saya sangat mohon dapatkan itu orangnya dia pasti punya anak. Seteganya itu sudah ditabrak kok dibuang, sakit hati saya anaknya dibuang ke kali," katanya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement